Bitung, Sulutnews.com – Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bitung, Agus Mamijo, membacakan sambutan Wali Kota Bitung dalam acara pelepasan Calon Jamaah Haji, Jumat (1/5/2026).
Pemkot Bitung secara resmi melepas dan memberangkatkan Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Bitung untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Prosesi ini berlangsung di Ruang S.H. Sarundajang dan diikuti oleh sebanyak 46 calon jamaah haji, yang terdiri dari 23 perempuan dan 23 laki-laki.
Kegiatan pelepasan ini adalah langkah penting yang sarat makna spiritual, tidak hanya bagi para calon jamaah haji, tetapi juga bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Bitung.
Dalam sambutan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, yang dibacakan Plt. Kepala Kesbangpol, Agus Mamijo, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jamaah haji yang telah mendapatkan kesempatan dan panggilan suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Ini adalah sebuah anugerah yang luar biasa, sekaligus amanah spiritual yang sangat mulia,” demikian kutipan sambutan tersebut.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjadi tamu Allah di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik semata, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna dan nilai mendalam.
Lebih lanjut diutarakan, ibadah haji diharapkan menjadi bagian penting dalam proses penyucian jiwa, memperkuat keimanan, serta meneguhkan peran sebagai hamba Allah yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi sesama.
Di kesempatan ini, Pemkot Bitung juga mengajak seluruh calon jamaah haji untuk menjadikan perjalanan suci ini sebagai titik awal perubahan diri ke arah yang lebih baik.
“Kami mengajak seluruh calon jamaah haji untuk menjadi pribadi yang lebih bijak, sabar, dan penuh kasih. Sepulang dari Tanah Suci, kiranya para jamaah dapat menjadi teladan kebaikan serta perekat harmoni di tengah kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.
Tak hanya itu, para calon jamaah haji juga diharapkan dapat berperan sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan serta mempererat persaudaraan lintas agama dan budaya di Kota Bitung.
“Mari kita terus membangun Kota Bitung sebagai rumah bersama yang damai, toleran, dan sejahtera bagi semua,” tutupnya.
(Tzr)







