Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Minahasa · 22 Jan 2024 18:21 WITA ·

Pemkab Minahasa Bergerak Cepat Atasi Masalah Bencana Alam Akibat Curah Hujan dan Angin Kencang


Pemkab Minahasa Bergerak Cepat Atasi Masalah Bencana Alam Akibat Curah Hujan dan Angin Kencang Perbesar

Minahasa,Sulutnews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dibawa pimpinan Penjabat (Pj) Bupati, Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, langsung bergerak cepat mengatasi masalah bencana alam akibat curah hujan disertai angin kencang menyelimuti seluruh wilayah Kabupaten Minahasa, yang mengakibatkan terjadinya beberapa pohon tumbang di beberapa titik.

Terbukti, setelah mendapat laporan, instansi terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa bersama pemerintah setempat langsung mendatangi lokasi kejadian dan membersihkan beberapa pohon tumbang.

“Ya, pohon tumbang ada yang mengenai rumah warga dan menutupi akses jalan di sejumlah titik. Dan saat ini sudah dibersihkan oleh BPBD Minahasa dan dibantu pemerintah setempat juga masyarakat,” kata Pj Bupati Minahasa melalui siaran pers yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Maya Kainde SH MAP, Senin (22/1/24) pagi tadi.

Kainde juga mengungkapkan bahwa tidak ada korban dalam bencana alam ini. Namun begitu, kata dia, ada kerugian material bagi beberapa keluarga yang terkena bencana alam pohon tumbang.

“Sebelumnya kami sudah menerima laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa pohon tumbang di sejumlah wilayah Minahasa sejak Minggu pukul 06.00-17.00 Wita. Dan beruntung tidak ada korban jiwa dari bencana ini. Hanya saja ada kerugian material yang dialami beberapa keluarga karena rumah mereka mengalami rusak akibat tertimpa pohon,” ungkap Kainde.

Sebelumnya Pj Bupati Jemmy Kumendong melalui Kadis Kominfo Maya Kainde menghimbau kepada masyarakat, agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi kedepan.

“Warga yang tinggal di dataran tinggi, lereng gunung, bantaran sungai dan dataran renda agar selalu berhati-hati. Jauhi pepohonan yang berpotensi patah atau roboh,” imbaunya.

Begitu juga, lanjut Kainde, bagi warga yang sedang melakukan aktifitas perjalanan dengan menggunakan kendaraan maupun pejalan kaki agar selalu berhati-hati.

“Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Semisal ketika dalam perjalanan dengan membawa kendaraan, tiba-tiba ada pohon tumbang atau pun terjadi tanah longsor yang menghalangi perjalanan kita. Intinya kita selalu waspada terhadap cuaca ekstrem sekarang ini,” imbaunya lagi.

Sebelumnya juga, Kepala Badan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa, Lona Wattie SSTP MAP, meminta agar pemerintah kelurahan maupun desa agar secepatnya mengambil langka jika terjadi bencana.

“Jika terjadi bencana alam, segera laporkan ke pemerintah daerah atau langsung laporkan kepada BPBD, supaya secepatnya bisa ditindaklanjuti,” imbaunya.

Jika terjadi bencana, kata Wattie, pemerintah desa dan kelurahan secepatnya mendata semua kerusakan terjadi termasuk korban, serta kebutuhan darurat, kemudian melaporkannya.

Selain itu, ia juga mengatakan ada beberapa lokasi yang rawan bencana di Kabupaten Minahasa, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

“Untuk wilayah rawan longsor Atep, Temboan, Noongan khususnya gunung potong, Kawangkoan Utara, Tombariri jalan trans, Pineleng desa Kali dan Warembungan, jalan antara Tombulu-Suluan. Sedangkan banjir di wilayah Tombariri, Mandolang, Tondano Kiniar, Kakas barat, Sonder, Tataaran, dan Rinegetan,” katanya.

Sedangkan angin puting beliung  lanjut Wattie, biasanya terjadi di dataran rendah seperti Papakelan, Touliang Oki, Remboken, atau seputaran danau Tondano dan pantai selatan.

“Puting beliung juga bisa terjadi di dataran rendah, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di dataran tinggi,” sebut Wattie sembari menambahkan untuk gelombang pasang biasanya terjadi di Kecamatan Tombariri dan Rumbia Kecamatan Langowan Selatan.

Sesuai data dari BPBD Kabupaten Minahasa, ini wilayah dan titik terjadinya pohon tumbang.

  1. Pohon Bambu Tumbang di Jalan antara Kelurahan Talikuran dan Desa Kayuuwi, Kecamatan Kawangkoan Barat.
  2. Pohon Tumbang yang menimpa Rumah di Perumahan Griya Sea Lestari 1, Jaga 7 Desa Sea, Kecamatan Pineleng.
  3. Pohon Tumbang di Jalan antara Desa Rumengkor dan Desa Kembes, Kecamatan Tombulu.
  4. Pohon Bambu Tumbang di Jalan antara Kelurahan Maesa Unima dan Desa Leleko.

(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,509 kali

Baca Lainnya

Ketua DPD ABPEDNAS Sulut Stevanus Liow: Kita Apresiasi Kedewasaan Demokrasi Sudah Berjalan Baik Dalam Pilhut di 129 Desa di Kabupaten Minahasa

18 Juni 2026 - 23:45 WITA

Sekda Minahasa Lynda Wantania: Pilhut di 129 Desa di Minahasa Berjalan Baik dan Aman, Partisipasi Pemilih Capai 95 Persen

18 Juni 2026 - 18:16 WITA

GKPI-USA Berbagi Kasih Salurkan Bantuan di Panti Asuhan Tondano dan Tomohon

17 Juni 2026 - 15:44 WITA

Pemda Sulut Berharap Pilhut Serentak di 129 Desa di Kabupaten Minahasa Rabu 17 Juni Berjalan Demokratis, Lancar Aman, Damai, 358 Calon Hukum Tua Siap Bertarung

16 Juni 2026 - 23:15 WITA

Sekda Minahasa Lynda Wantania : Pemilihan Hukum Tua Serentak di 129 Desa Rabu 17 Juni Siap Digelar, Panitia Harus Profesional, Netral dan Transparan

15 Juni 2026 - 23:54 WITA

Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumajar Hadiri Peluncuran Fakultas Kedokteran Unima

11 Juni 2026 - 18:39 WITA

Trending di Minahasa