Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Minsel · 3 Feb 2023 23:15 WITA ·

Pembangunan Rumah Bagi Korban Abrasi Pantai Amurang Mulai Dikerjakan, Lahope : Ini Bentuk Perhatian OD-SK


Pembangunan Rumah Bagi Korban Abrasi Pantai Amurang Mulai Dikerjakan, Lahope : Ini Bentuk Perhatian OD-SK Perbesar

AMURANG, Sulutnews.com – Janji pemerintah pusat lewat kementrian PUPR yang akan menyediakan perumahan bagi warga korban bencana abrasi pantai Amurang, mulai direalisasikan, ini terbukti setelah pada Jumat (3/2/2023) dilakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan hunian tetap rumah khusus bagi korban bencana abrasi pamtai Amurang . Giat yang dilaksanakan langsung dilokasi relokasi di kelurahan Rumoong Kecamatan Amurang Barat tersebut diawali dengan laporan Kepala Balai Penyedia Perumahan Kementrian PUPR Wilayah Sulawesi Satu Ir Recky Lahope ST, MT yang mengatakan penanganan dilakukan secara kolaborasi keterpaduan program oleh tiga direktorat jendral yakni Dirjen SDA, Dirjen Cipta Karya dan Dirjen Perumahan.

” Pembangunan hunian tetap rumah khusus bagi korban bencana Abrasi Pantai Amurang adalah bentuk perhatian khusus dari Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw kepada masyarakat yang menjadi korban bencana,” kata lahope.

Dalam perencanaan pembangunan tidak hanya disiapkan Rumah Layak huni, tetapi juga akan disediakan berbagai fasilitas, seperri ruang terbuka hijau, sarana Air Bersih, Balai Pertemuan, penanganan sampah dan balai kesehatan bagi masyarakat penghuni perumahan.” Perintah tidak hanya menjamin ketersediaan perumahan layak hini, tetapi juga disiapkan fasilitas penunjang ,” jelas Lahope.

Lahope juga menjelaskan, mengingat masa kerja hanya sampai bulan Juni 2023 ini sudah selesai, maka untuk konstruksi bangunan rumah, akan menerapkan teknologi pola panel RISA (Rumah Instan Sehat Aman) yang juga diberlakukan secara nasional bagi penanggulangan rumah korban bencana secara cepat.”Untuk bahan bangunan tinggal dipasang sehingga pengerjaannya tidak memakan waktu yang lama,” ungkap Lahope.

Sementara itu terkait adanya realisasi pembangunan rumah bagi waega relokasi bencana abrasi pantai Amurang. Bupati Minsel Frangky Dony Wongkar, SH menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Pusat melalui Kementeian PUPR dan semua pihak yang terlibat atas realisasi pembangunan rumah tempat tinggal bagi korban bencana.” Meski sempat teekendala status tanah, tetapi puji Tuhan semua bisa berjalan, sehingga rumah yang akan dibangun sangat layak dan sangat bagus untuk ditinggali oleh masyarakat,” kata Wongkar.

Terkait pembangunan rumah khusus hunian tetap bagi korban bencana, juga dirangkaikan dengan penanaman pohon untuk persiapan ruang terbuka hijau. Dan untuk total keseluruhan berjumlah 141 Unit, tetapi untuk tahap pertama baru akan dibangun 81 unit.(josh tinungki)

 

Artikel ini telah dibaca 548 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

HUT ke 46 PKB Sinode GMIM, Pdt Yanni Rende Ajak PKB Jadi Katalisator Dalam Pelayanan

9 Oktober 2026 - 19:46 WITA

Louis Schramm : Penerapan Sanksi Dalam Perda TJSL Sangat Penting

8 Oktober 2026 - 07:26 WITA

Bangunan Megah Museum Negri Sulut Dituntut Ganti Untung Warga Rp.3 Miliar

6 Oktober 2026 - 15:43 WITA

Pansus Ranperda Penyelenggaraan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Kembali Lakukan Pembahasan

5 Oktober 2026 - 21:19 WITA

Dirreskrimsus Polda Sulut Sambut Baik Tagline dan Program Kapolri: “Polisi Bersama Masyarakat”

5 Oktober 2026 - 11:32 WITA

Temu Teknis PKB GMIM, Jemaat Diingatkan Pererat Kebersamaan Dalam Persekutuan

3 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Trending di Manado