MANADO,Sulutnewa.com – Peristiwa 27.Juli 1996 yang dikenal peristiwa KUDATULI (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) diperingati PDI Perjiangan Sulawesi Utara. Pada acara yang dilaksanakan di kantor DPC Kota Manado, peringatan sejarah kelam sekaligus tonggak perjuangan demokrasi ini dihadiri oleh jajaran petinggi partai, pengurus DPD, DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, hingga para senior partai yang tetap solid dan bersemangat. Bendahara DPD Andrei Angow memgawali memipin Heningncipta untuk memgenang arwah para pejuang demokrasi yang kemudian diisi dengan triatikal peristiwa 27 Juli 96. Dalam sambutannya, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw mengenang kembali situasi politik tahun 1996 di mana pemerintah Orde Baru merasa terganggu dengan melesatnya ketokohan Megawati Soekarnoputri.Berbagai rekayasa politik dilakukan untuk mengamputasi kepemimpinan Megawati, salah satunya melalui Kongres Medan yang diintervensi oleh kekuatan militer dan pemerintah saat itu.
” Ini adalah proxy war antara pemerintah Orde Baru melawan Ibu Megawati. Suryadi saat itu bisa dibeli, dan kader-kader yang berbalik arah melawan Ibu Megawati akhirnya tercatat dalam sejarah. Ini jadi pelajaran berharga bagi kita untuk berpolitik secara beradab,” tegas Steven Kandouw.
Steven juga mengingatkan pesan mendalam dari DPP PDI Perjuangan agar para kader tidak mengorbankan nilai-nilai demokrasi dan peradaban hanya demi melampiaskan hasrat berkuasa.
“Bangsa ini dinilai beradab dari bagaimana kita berdemokrasi. Jangan karena takut kehilangan jabatan, kita mereduksi ideologi kita. Bagi kita yang memangku jabatan di legislatif maupun eksekutif, jadikan peristiwa ini sebagai bahan kontemplasi,” lanjutnya.
Steven Kandouw menekankan pentingnya kewaspadaan kader, sebab sejarah dan ancaman terhadap legalitas partai bisa saja terulang di masa depan. Kunci utama untuk menghadapinya adalah dengan menjaga soliditas, saling membantu, dan merawat semangat gotong royong.
“Kenapa kita banteng, bukan gajah? Karena banteng adalah lambang kolektivitas. Makan sama-sama, susah sama-sama, senang sama-sama, dan kalau ada serangan, kita lawan sama-sama!, kata mantan Wakil.Gubeenur Sulut ini.
Turut hadir dalam peringatan tersebut Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw, Wakil Ketua DPD sekaligus Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Silangen, Sp.B, KBD, Sekretaris DPD PDIP yang juga anggota DPRD Suput, Reza Rumambi, SE, Bendahara DPD sekaligus Wali Kota Manado Andrei Angouw, Ketua DPC PDIP Kota Manado sekaligus Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, serta Ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey bersama jajaran Fraksi PDIP Sulut dan Kabupaten/Kota.(josh tinungki)





