Manado,Sulutnews.com – Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Manado kembali menyelenggarakan Simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer di Tahun Pelajaran 2023 pada Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD).
Siswa yang jadi peserta adalah kelas V SD mengikuti arahan Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Tahap pertama dilakukan sosialisasi kepada sekolah penyelenggara, selanjutnya kegiatan simulasi aktif pada Oktober dan Nopember.
Pada tahap simulasi aktif, ANBK siswa SD tidak lagi diselenggarakan serentak di semua sekolah, namun bertahap disesuaikan dengan kesiapan sekolah penyelenggara di masa perubahan iklim pandemi menjadi endemi.
Kepala Dinas Kota Manado Steven Tumiwa,SPd,MPd menjelaskan ANBK tahun 2023 ini, diikuti oleh siswa kelas V SD. Wajib diselenggarakan semua SD di Manado dengan tujuan memberi pembekalan bagi siswa kelas V agar dapat belajar mandiri. Untuk selanjutnya saat naik kelas VI sudah siap mengikuti praktek Ujian Sekolah (US) bardigit terkoneksi internet.
“Waktu pelaksanaan ANBK SD dimulai Bulan Oktober hingga selesai Bulan Nopember nanti,” kata Steven Tumiwa,SPd,MPd kepada media saat meninjau pelaksanaan ANBK di SD Negeri 02 Manado di Jln Tikala Ares Manado, Selasa (24/10).
Ia menambahkan sampai dengan akhir Oktober ini masih melakukan rekapitulasi jumlah SD penyelenggara ANBK, “Jumlah pastinya sedang kami rekap berapa SD yang sudah menyelenggarakan ANBK, dan berapa SD yang belum,” tutur mantan Kepsek SMP Negeri 2 Manado ini.
Sementara ini menurut Kepala Sekolah SD Negeri 02 Manado Jouke Lendo,SPd,MPd sekolahnya menyelenggarakan ANBK bagi 30 pelajar kelas V dan sudah berjalan lancar sejak hari pertama sampai dengan selesai.
“Sudah berjalan baik sejak hari pertama tanggal 23 sampai dengan selesai tanggal 24 Oktober 2023,” ujar Jooke Lendo, SPd, MPd.
Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK untuk siswa SD pertama kali diselenggarakan di Kota Manado pada tahun 2021, dimasa Kota Manado berstatus PPKM Mikro wabah Covid19.
Kegiatan ANBK tersebut mengikuti arahan kebijakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi Nadiem Makarim, dimana masa wabah belum berakhir, sekolah-sekolah tidak diijinkan tatap muka mencegah penularan virus. Berlangsungnya pembelajaran dilakukan dengan Metode Kurikulum Merdeka Belajar yakni diijinkannya belajar dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Meski Program Vaksinasi Anti Covid19 bagi siswa dan guru jenjang SD berakhir dua tahun yakni 2023, Simulasi dan ANBK aktif digelar di semua SD di Indonesia sampai dengan saat ini. (yayuk)





