Manado,Sulutnews.com – Bertemunya 4 Pimpinan Partai Politik di Sulawesi Utara yakni Conny Rumondor (Gerindra), Tetty Paruntu (Golkar), Viktor Mailangkai (Nasdem), dan Melky Pangemanan (PSI) dengan alasan silahturahmi Koalisi Indonesia Maju TKD Prabowo Gibran dengan Prabowo Subianto mendapatkan tanggapan dari Hillary Brigitha Lasut (HBD).
Menurutnya Ketua partai Nasdem Viktor Mailangkay bukan TKD Prabowo – Gibran namun adalah partai pengusung Capres Annies Baswedan dan sebagai lawan.
“Demokrat, merupakan partai pengusung dan ikut berjuang memenangkan pasangan Prabowo – Gibran di Sulawesi Utara, dan bahkan hampir semua pengurus Harian Demokrat Sulut masuk TKD prabowo gibran Termasuk Sekertaris DPD Billy lombok, juga partai Demokrat menggelar kampanye akbar demi kemenangan Prabowo – Gibran di lapangan KONI Sario yang dihadiri langsung Ketum Agus Harimurti Yudhoyono ini membuktikan Demokrat tulus dan menggunakan dana sendiri dan itu diluar kampanye TKD,” ungkap HBL Selasa (16/04/2024).
Politisi yang kembali terpilih sebagai Anggota DPR-RI ini juga mengatakan atas peran aktif Partai Demokrat Pak Prabowo memanggil khusus Hillary untuk bertemu.”Ini menjadi bukti Prabowo mengakui jika keluarga lasut berjuang untuk beliau dan di acara buka puasa Demokrat sampai terekam video menyebut “Lasut” itu keluarga dan saudara saya itulah totalitas perjuangan Demokrat,” tutur HBL.
Kemudiaan Demokrat ditinggal karena tidak siap untuk bergaining materi. “Jujur torang nda ada doi banyak tapi torang siap korbankan apa yang torang punya demi supaya bisa merubah nasib rakyat kecil di sulut,” tegas HBL.
Menghadapi Pilkada Sulut Putri E2L ini percaya rakyat Sulut akan memberi dukungan tulus tanpa uang bagi E2L untuk menjadi juru bicara rakyat menyuarakan kesusahan mereka ke pemerintah.“Makanya tim HBL Foundation bergerak terus walaupun saya belum dilantik dan jujur dengan uang terbatas dan tidak punya kuasa alias masih belum punya kewenangan karena belum dilantik, kami akan terus meminta dukungan rakyat Sulut,” kata HBL.

Terkait Pertemuan-pertemuaan dan gandengan tangan mereka yang berkali kali dan bahkan hampir sepuluh kali tanpa libatkan kami biarkan saja rakyat yang menilai tapi yang pasti saya dan Papa Saya Elly Lasut hanya punya kerinduaan berjuang buat rakyat kecil dan perlu saya tegaskan disini HBL adalah E2L dan E2L adalah HBL jadi 300 an ribu suara saya yang merasa mendukung saya agar saya serukan untuk mendukung E2L (Elly E Lasut) dan saya memohonkan untuk membantu pengumpulan KTP demi perubahan sulut yang lebih baik karena jujur saja saya dan papa tidak punya uang yang banyak walaupun kami tahu politik perlu cost atau biaya tapi selama ini hidup kami selalu ada jalan karena banyak warga bersimpati membantu dan memilih kami dengan hati nurani alias gratis.
Mungkin karena HBL dan E2L selama ini tidak punya uang alias hanya mengandalkan nurani rakyat jadi banyak partai politik menjauh tapi kami selalu percaya selalu ada jalan demi perubahan jadi yang mempercayai saya HBL tolong dukung E2L kita kumpulkan KTP kita karena saya pasti akan kawal sendiri nasib rakyat kecil dan saya pastikan jika E2L melenceng dalam perjuangan buat rakyat kecil maka saya akan menjadi yang paling depan melawan E2L sekalipun itu papa saya jadi saya jamin dan siap menjadi jaminannya karena kalau bukan sekarang kapan lagi kita rubah nasib rakyat sulut yang terpinggirkan, kami ingin memperbaiki Sulut supaya yang kaya bukan cuman “Dorang dorang” kata figur populis ini.
“Sekali lagi saya tegaskan HBL adalah E2L dan saya memohonkan dari hati terdalam masyarakat yang cinta perubahan mari sama- sama berjuang”, ujar HBL.(josh tinungki)




