Manado, Sulutnews.com — Rencana Pemerintah Pusat mengubah status guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu menjadi P3K penuh, sekaligus membuka peluang mengikuti seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat mulai awal 2027, disambut apresiasi luas di Sulawesi Utara. Kebijakan yang juga telah disepakati bersama DPR-RI dan kementerian terkait ini dinilai menjadi angin segar bagi peningkatan kesejahteraan dan kepastian status guru, sekaligus meringankan beban fiskal daerah.
Anggota DPRD Sulut: Langkah Nyata Kepedulian Pemerintah Pusat
Anggota DPRD Sulut sekaligus Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan, Louis Schramm, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas rencana tersebut. Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini, kebijakan ini merupakan bukti kepedulian pemerintah pusat yang sangat membantu nasib guru P3K paruh waktu.
“Sebagai wakil rakyat, saya sangat mengapresiasi dan mendukung rencana ini. Kebijakan ini sangat membantu guru P3K paruh waktu, terlebih jika kelak dapat diangkat menjadi ASN pusat setelah lolos seleksi. Ini bukti nyata kepedulian pemerintah agar kesejahteraan guru terjamin lebih baik dan status kepegawaian mereka menjadi jelas,” ujar Louis kepada wartawan Sulutnews.com di Manado, Kamis (20/8/2026).
Sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Manado, Louis juga menyoroti dampak positif bagi keuangan daerah. Selama ini, pembebanan gaji guru P3K cukup membeani anggaran daerah. Dengan dialihkannya status menjadi ASN pusat, beban fiskal daerah akan berkurang secara signifikan.
“Hal ini jelas meringankan beban fiskal dan keuangan daerah. Selama ini daerah bekerja keras membayar gaji guru P3K. Dengan pengalihan status menjadi ASN pusat, beban tersebut dapat berkurang dan anggaran dapat dialihkan untuk keperluan pembangunan lainnya. Kami berharap, dengan kepastian status dan kesejahteraan yang lebih baik, kinerja guru pun semakin meningkat,” tambahnya.
Louis berharap guru P3K paruh waktu maupun P3K penuh di Sulawesi Utara, khususnya jenjang SMA, SMK, dan SLB, untuk bersabar menuju penerapan kebijakan ini, menunggu petunjuk teknis resmi yang akan diterbitkan pemerintah pusat.

Foto – Kadis Dikda Sulut Drs Jahya Rondonuwu M.Si
Kadis Pendidikan Sulut: Siap Menindaklanjuti Aturan Resmi
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Drs. Jahya Rondonuwu, M.Si., turut menyambut baik rencana pemerintah pusat tersebut.
“Kami menyambut dan mendukung rencana ini. Namun untuk langkah selanjutnya, kami menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta instansi terkait lainnya, agar dapat melaksanakannya dengan tepat,” ungkap Rondonuwu.
Kepala Sekolah dan Guru: Semangat Meningkat, Kesejahteraan Terjamin
Kebijakan ini turut disambut antusias oleh para kepala sekolah dan guru di sejumlah daerah di Sulawesi Utara.
Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy Jermias, S.Pd., menilai rencana ini sangat positif. Selain meringankan beban anggaran pendidikan daerah, hal ini memberi kepastian masa depan bagi guru.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy James Jermias S.Pd
“Kami mendukung sepenuhnya. Guru-guru pasti akan lebih bersemangat bekerja, terlebih jika kelak menjadi ASN dan berhak atas jaminan pensiun. Selama ini banyak guru P3K di sekolah kami yang telah menunjukkan kinerja sangat baik. Dengan adanya kebijakan ini, masa depan mereka menjadi lebih jelas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Tondano, Minahasa, Maxy Tulung, S.Pd. Di sekolahnya terdapat 15 guru P3K paruh waktu dan P3K penuh yang selama ini berdedikasi tinggi.
“Rencana pengangkatan menjadi P3K penuh dan peluang mengikuti seleksi ASN adalah kabar yang sangat baik. Ini menjadi pengakuan atas pengabdian mereka selama ini,” kata Maxy.

Foto – Kepsek SMK Negeri 1 Tondano Maxi Tulung S.Pd.M.Pd
Kepala SMA Negeri 1 Remboken, Minahasa, Sem Rumagit, S.Pd., juga menyambut gembira kebijakan tersebut.
“Program ini sangat baik. Guru-guru P3K di sekolah kami tentu akan lebih bersemangat bekerja, mengetahui ada peluang mengikuti seleksi ASN dan jaminan masa depan yang lebih baik,” ujar Sem.
Guru P3K: Siap Berjuang dan Optimis Lolos Seleksi
Antusiasme tak kalah besar datang dari kalangan guru P3K sendiri. Mauriths Mumu, S.Kom., guru P3K mata pelajaran Informatika di SMA Negeri 1 Manado yang telah mengabdi selama empat tahun, menyambut gembira kabar tersebut.
“Saya dan rekan-rekan guru P3K merasa sangat senang dengan rencana pemerintah ini. Meski belum ada aturan teknis rinci dari Kementerian, saya siap dan optimis dapat mengikuti serta lolos seleksi ASN nantinya,” ungkap Mauriths yang telah berkiprah di dunia pendidikan sejak 1996 dan mengajar di sekolah swasta sebelum akhirnya diterima menjadi guru P3K.(Fanny)




