Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bitung · 4 Jun 2024 21:21 WITA ·

Menteri Kelautan Perikanan Sebut Pengawasan Laut Belum Maksimal


Menteri Kelautan Perikanan Sebut Pengawasan Laut Belum Maksimal Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar RAKERNIS Pengawas Perikanan yang berlangsung di Novotel, Jl. A.A Maramis, Kayuwatu, Kairagi Dua, Kec. Mapanget, Manado, Sulawesi Utara. Selasa(04/06/24).

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta dihadiri seluruh jajaran terkait seluruh Indonesia

Diketahui, kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam rangka mengawal kebijakan ekonomi biru untuk kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya memperbaiki tata kelola perikanan melalui berbagai kebijakan, seperti penangkapan ikan terukur, pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan serta pengelolaan perizinan berusaha berbasis risiko.

Sakti Wahyu Trenggono dalam wawancaranya mengatakan, saat ini penting dilakukan penguatan pemberantasan ilegal fishing yang berdampak langsung kepada kesejahteraan nelayan tradisional tentunya.

Untuk itu, pihaknya tengah berupaya rencana pemantapan infrastruktur penunjang seperti satelit yang terkoneksi ke seluruh kapal pengawas.

” di pos pos pengawasan, seperti di bitung akan di bangun pusat monitoring yang targetnya nelayan tradisional.” jelasnya.

Hal ini dimaksud, jika tekhnologinya sudah ditentukan, maka pemerintah akan membantu menyiapkan alat supaya dapat memonitor jumlah kapal yang melaut.

Lebih lanjut Trenggono mengatakan, aksi pencurian saat ini kerap muncul kerjasama dengan oknum nelayan lokal, sehingga perlunya penguatan pengawasan sebagai langkah antisipasi.

” Kita apresiasi psdkp yang mampu menangkap pencuri ikan,” tandasnya.

Dirinya justru menyesali aksi pencurian tersebut justru bekerja sama dengan pelaku dalam negeri.

” Jadi ini perlu direnungkan, apakah kita sudah mengawasi dengan baik.” Tutupnya.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

Baca Lainnya

Bapelkum Gelar Monev di Kemenkum Sulsel Pasca Pelatihan 

15 Juli 2026 - 22:10 WITA

Monev Pasca Pelatihan Bapelkum Bitung

Randito Maringka Terpilih Secara Aklamasi Pimpin FASI Kota Bitung

14 Juli 2026 - 15:21 WITA

Hengky Honandar Sambut Mahasiswa KKT UNSRAT Angkatan 148 di Bitung

14 Juli 2026 - 13:08 WITA

AKP Abdul Natip Titipkan Lima Pesan untuk Siswa MA Alkhairaat Bitung 

14 Juli 2026 - 00:26 WITA

AKP Abdul Natip Anggai

Pimpin Apel Perdana Tim Opsnal, Kapolres Bitung Fokus Kenyamanan Warga 

13 Juli 2026 - 21:23 WITA

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sulut 14–17 Juli

12 Juli 2026 - 20:36 WITA

Banjir rob
Trending di Bitung