Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 4 Jun 2024 21:21 WITA ·

Menteri Kelautan Perikanan Sebut Pengawasan Laut Belum Maksimal


Menteri Kelautan Perikanan Sebut Pengawasan Laut Belum Maksimal Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar RAKERNIS Pengawas Perikanan yang berlangsung di Novotel, Jl. A.A Maramis, Kayuwatu, Kairagi Dua, Kec. Mapanget, Manado, Sulawesi Utara. Selasa(04/06/24).

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta dihadiri seluruh jajaran terkait seluruh Indonesia

Diketahui, kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam rangka mengawal kebijakan ekonomi biru untuk kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya memperbaiki tata kelola perikanan melalui berbagai kebijakan, seperti penangkapan ikan terukur, pengelolaan lobster, kepiting dan rajungan serta pengelolaan perizinan berusaha berbasis risiko.

Sakti Wahyu Trenggono dalam wawancaranya mengatakan, saat ini penting dilakukan penguatan pemberantasan ilegal fishing yang berdampak langsung kepada kesejahteraan nelayan tradisional tentunya.

Untuk itu, pihaknya tengah berupaya rencana pemantapan infrastruktur penunjang seperti satelit yang terkoneksi ke seluruh kapal pengawas.

” di pos pos pengawasan, seperti di bitung akan di bangun pusat monitoring yang targetnya nelayan tradisional.” jelasnya.

Hal ini dimaksud, jika tekhnologinya sudah ditentukan, maka pemerintah akan membantu menyiapkan alat supaya dapat memonitor jumlah kapal yang melaut.

Lebih lanjut Trenggono mengatakan, aksi pencurian saat ini kerap muncul kerjasama dengan oknum nelayan lokal, sehingga perlunya penguatan pengawasan sebagai langkah antisipasi.

” Kita apresiasi psdkp yang mampu menangkap pencuri ikan,” tandasnya.

Dirinya justru menyesali aksi pencurian tersebut justru bekerja sama dengan pelaku dalam negeri.

” Jadi ini perlu direnungkan, apakah kita sudah mengawasi dengan baik.” Tutupnya.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

James Kaihatu Resmi Jabat Kaban TU dan Umum Kanwil Kemenkum Sultra

5 Februari 2026 - 22:13 WITA

509 Prajurit Tamtama TNI AD Resmi Dilantik di Bitung

5 Februari 2026 - 01:35 WITA

Delegasi PWI Sulut Hadir di Retret HPN 2026

4 Februari 2026 - 08:51 WITA

Trending di Bitung
error: Content is protected !!