Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 26 Jun 2025 14:49 WITA ·

Louis Carl Schramm : SPMB 2025 Kurang Tersosialisasi, Banyak Orang Tua Siswa Terkecoh.


Louis Carl Schramm : SPMB 2025 Kurang Tersosialisasi, Banyak Orang Tua Siswa Terkecoh. Perbesar

Foto : Louis Carl Schramm : Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut

MANADO,Sulutnews.com – Penerapan Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 dinilai kurang Tersosialisasi sehingga menyebabkan banyak Orang Tua Siswa yang kecewa dan terkecoh karena mendaftarkan anak mereka di kategori yang salah. Sehingga anak mereka tidak diterima di sekolah yang harusnya menjadi tempat mereka untuk mendapatkan pendidikan lanjutan.

” Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 sudah bagus namun yang disayangkan tidak Tersosialisasi, sehingga menyebabkan banyak calon siswa baru yang tidak lulus di sekolah yang harusnya menjadi tempat mereka untuk mendapatkan pendidikan lanjutan,” ungkap Louis Clrak Schramm. Rabu (25/6/2025).

Juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut ini mengatakan, akibat SPMB 2025 kurang sosialisasi, ada siswa yang domisili di dekat sekolah justru mendaftar lewat jalur yang salah.”Karena tidak ada sosialisasi dari Diknas,menjadikan orang tua murid tidak paham. Contoh domisili disamping sekolah, tetapi mendaftar lewat jalur prestasi karena anaknya juara 5 kelas, padahal yang mendaftar lewat jalur prestasi sangat banyak yang nilainya diatas namun karena kuota sudah penuh maka siswa yang harusnya lebih tepat mendaftar lewat jalur domisili dinyatakan tidak diterima,” ungkap Louis.

Dari hasil evaluasi. Persoalan pendidikan yang terjadi saat ini, dimana banyak calon siswa yang hanya ingin mendaftar di sekolah-sekolah unggulan. Maka kebijakan kedepan perlu adanya pemerataan baik tenaga pendidik dan juga infrastruktur pendukung.” Ketersediaan bangunan sekolah dan fasilitas pendukung yang sesuai kebutuhan bahkan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi wajib dilakukan, sehingga di seluruh sekolah SMA dan SMK di Sulut dapat diminati oleh calon siswa.” Intinya minat calon murid baru untuk mendaftar tidak hanya terfokus pada satu atau dua sekolah tetapi di seluruh sekolah yang ada,sehingga persoalan yang dihadapi saat ini kedepan tidak lagi terjadi,” ungkap Louis. (josh tinungki) 

Artikel ini telah dibaca 1,330 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekot Edwin Roring Mewakili Walikota Tomohon Buka Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Anak Berhadapan dengan Hukum

23 Juli 2026 - 21:33 WITA

HUT ke 18, Angelia Wenas Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan Untuk Boltim Yang Lebih Baik

23 Juli 2026 - 21:25 WITA

Walikota Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Eselon III Dan IV Di Lingkungan Pemkot Manado

23 Juli 2026 - 13:36 WITA

Pertamina Regional Sulawesi Perluas Penyaluran Biosolar B50, Kini Tersedia di 590 SPBU di Enam Provinsi

22 Juli 2026 - 18:06 WITA

Akademisi Unsrat : Prof Grace Debbie Kandou Telah Memenuhi Seluruh Syarat Administrasi Pemilihan Rektor 2026–2030

22 Juli 2026 - 17:46 WITA

Tingkatkan Kesadaran Hukum Kodam XIII/Merdeka Gelar Penyuluhan “Prajurit TNI Prima Taat Hukum”

22 Juli 2026 - 17:37 WITA

Trending di Manado