Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Minsel · 18 Jul 2024 13:07 WITA ·

Kontingen Lolak kecewa kinerja Panitia Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024


Kontingen Lolak kecewa kinerja Panitia Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024 Perbesar

Kontingen Lolak kecewa kinerja Panitia Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024

 

 

Minsel, Sulutnews.com — Para atlet dan pelati dari Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara merasa kecewa sebab 6 (enam) atlet nya tidak bisa mengikuti turnamen Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024 yang digelar di Aula Waleta Kantor Bupati Minahasa Selatan.

 

Mereka mengaku kecewa dengan panitia yang dinilai kurang profesional karena tidak memberikan informasi yang jelas dan tegas.

Pelatih Kecamatan Lolak Citra Bambela saat ditemui media rabu (17/07/2024) mengatakan awalnya saya langsung hubungi panitia lewat whatsapp, dan saya minta ijin ngak bisah ikut Technical Meeting.

 

“Mohon maaf pak saya ini lagi antar anak SD yang lagi ikut O2SN-SD di manado orang tuanya ngak dampigin trus saya antar dulu pak, boleh ngak saya tidak ikut TM karena kebutulan saya hanya sendiri saya pelati dan urus anak-anak, tolong apa pun hasil TM untuk cabut undian nanti panitia saja yang atur, terus Jawaban panitia yang penting ibu sudah masukan nama anak dan kelas,” jelasnya.

 

Dan itu pun sudah saya masukan jauh-jauh hari dan sudah di bayar, ungkapnya.

 

Kemudian Setelah pulang dari manado saya pun mengecek kembali pada panitia karena masih kurang percaya diri saya temuin lagi panitia.

 

“Saya sampaikan saya dari lolak bu tadi ngak bisah ikut TM. Jawab si panitia, Ohh iya sudah masukan namanya, saya jawab sudah dan Saya pun sudah di kasih kartu peserta karena sudah merasa aman saya pulang, katanya.

 

Lanjut ia katakan Kemudian Pas jam 2 subuh saya liat di grup whatsapp, kontingen anak remaja saya sudah ngak ada, yang ada hanya usia pra remaja yang mereka ada namanya.

 

Panitia sebenarnya bagus welcome sama kami, tetapi disisi lain saya juga harus berusaha memperjuangkan anak-anak saya.

Namun, pada hari pertandingan, Rabu (17/07/2024), dari 9 peserta hanya 3 yang bisa mengikuti tunamen Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Utara Open Turnamen Pencak Silat Bupati Minsel Cup 2024 tersebut.

 

Pelatih kontingen lolak tersebut kemudian mempertanyakan dari 9 peserta kenapa hanya 3 peserta yang bisa ikut, padahal tetap saja pelatih tidak ikut technical meeting.

 

“Pelatih lolak mengaku heran, Kenapa sebagian nama anak masuk kenapa sebagian enggak, seharusnya (panitia) jawab tegas” ujarnya.

 

Josua koordinator panitia turnamen saat ditemui wartawan mengatakan dirinya sudah kelabakan ketika ada yang datang mengeluh dan akhirnya dia mengiyakan setiap yang datang.

 

“Setiap pertandingan harus ikut technical meeting, nanti disampaikan apa-apa peraturannya nanti, kemarin juga sudah mendaftar cuma belum terinput. Tidak adakan perwakilan, karena ibu Ellen tidak ada ibu (pelatih) titip ke saya sedangkan saya sibuk sekali jadi setiap ada yang datang saya (jawab) iya iya iya, saya sudah tidak tau apa lagi yang saya bilang,”ujar Jhosua.

 

Kepala Dinas (kadis) Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan Fietber Raco ketika ditemui wartawan mengatakan, aturan yang dipakai pada PORPROV kali ini adalah aturan yang terbaik. Raco kemudian mengusulkan agar pelatih kontingen Bolmong agar melapor ke panitia. Namun demikian tetaplah jadwal sudah tidak bisa untuk dirubah.

 

“Dari semua aturan baru kali ini aturan yang terbaik, lapor saja ke panitia, bikin saja pengeluhan tertulis,” ungkap Raco. (Marsel)

Artikel ini telah dibaca 1,267 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MANADO,Sulutnews.com – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 di Sulawesi Utara menuai kritik tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulut. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut, Senin (22/6/2026), Ketua Komisi IV Vonny Paat menyoroti ketimpangan formulasi kuota yang dinilai tidak berpihak pada anak daerah. Vonny Paat memaparkan data bahwa total kuota untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi hanya berkisar 20.500 siswa, jauh lebih rendah dibandingkan jalur prestasi yang mencapai 25.600 siswa. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa slot di sekolah unggulan Sulut akan didominasi oleh siswa dari luar daerah, seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan, sehingga menggeser hak masyarakat lokal. “Harusnya diberikan seluas-luasnya adalah yang berdomisili, bukan berprestasi. Prestasi ini banyak dalam tanda kutip orang-orang yang di luar Sulawesi Utara,” tegas Vonny. Ia juga mengaitkan dengan penurunan Tingkat Kelulusan Akumulatif (TKA) siswa lokal, yang menurutnya menjadi alasan mengapa kuota domisili harus diprioritaskan untuk memperbaiki kualitas pendidikan daerah. Mengingat keterbatasan ruang kelas (rombel) yang tidak memungkinkan penambahan kapasitas secara fisik, Vonny mendesak Dikda Sulut untuk tidak pasrah pada regulasi pusat. Ia mengusulkan agar pada tahun ajaran 2027/2028 mendatang, kuota domisili ditambah sementara kuota prestasi dikurangi demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara. Sememtara itu Anggota DPRD Louis Schramm menyoroti jalur prestasi yang tidak memprioritaskam anak daerah, dimana di salajnsatu Sekolah justru yang diprioritaskan adalah anak dari liar daerah Sulut,” Ini harusnya menjadi oerhatian, bahaimana jalur prestasi justru mengutamakam anak didik dari luar daerah, kedepannya perlu dievaluasi” tegas Louis.(josh tinungki)

22 Juni 2026 - 22:10 WITA

Felly Estelita Runtuwene Sosialisasi BPJS Ketenaga Kerjaan kepada Masyarakat Kota Manado

22 Juni 2026 - 21:48 WITA

Tim Inspektorat Daerah Audit Kinerja Sekertarat DPRD Sulut

21 Juni 2026 - 17:26 WITA

Sekjen DPP Hanura Lantik Apriano Ade Saerang Sebagai Ketua DPD Hanura Sulut

19 Juni 2026 - 17:15 WITA

Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Sulut Ricuh

17 Juni 2026 - 23:12 WITA

KPI Sulut Gelar Sidang Penyelesaian Sengketa PTSL

16 Juni 2026 - 07:42 WITA

Trending di Manado