Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bitung · 9 Mar 2026 21:32 WITA ·

Konflik Berawal dari Media Sosial, 20 Orang Diamankan Polres Bitung 


Konflik Berawal dari Media Sosial, 20 Orang Diamankan Polres Bitung  Perbesar

Bitung, Sulutnews.com– Kapolres Bitung , AKBP Albert Zai, SIK, MH menyatakan pihaknya akan menindak tegas dan memproses sesuai hukum yang berlaku terhadap pelaku aksi tawuran antar kampung yang terjadi belakangan ini khususnya kawasan Empang dan Sarikelapa,

Hal ini disampaikan langsung olehnya  didampingi Kasi Humas AKP Abdul Natip Anggai dan Kasi Propam  Iptu Iwan Setiyabudi dalam jumpa pers di Polsek Maesa, Minggu(09/03/26).

Disampaikan, bahwa Polres Bitung telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penindakan terhadap para pelaku tawuran serta mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.

‎“Polres Bitung tidak akan mentolerir aksi kekerasan jalanan yang meresahkan masyarakat. Kami telah melakukan penindakan tegas dengan mengamankan para pelaku serta mengumpulkan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Kapolres.

Dikatakan, dari hasil penindakan, aparat kepolisian telah mengamankan 20 orang yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut.

Dari jumlah tersebut, 11 orang berasal dari kelompok Sarikelapa dan 9 orang dari kelompok Empang.

“Dari hasil pendataan sementara, sebagian besar pelaku masih berusia remaja, bahkan ada yang di bawah umur sekitar 14 tahun hingga usia dewasa sekitar 23 tahun. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.

Menurutnya,  media sosial menjadi pemicu awal saling ketersinggungan antar kelompok tersebut hingga memicu tawuran dan berkembang menjadi aksi kekerasan di jalan.

Selain itu, pihaknya akan mendalami apakah ada aktor intelektual yang memprovokasi atau menggerakkan sejumlah kelompok dalam hal keresahan di masyarakat.

“Kami mendapati bahwa konflik ini dipicu oleh saling ejek dan ketersinggungan di media sosial yang kemudian berkembang menjadi tawuran. Ini menjadi peringatan bagi generasi muda agar bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Untuk itu, menyikapi hal tersebut tidak terulang kembali, pihaknya akan memperkuat patroli gabungan bersama unsur TNI, pemerintah daerah, serta Forkopimda Kota Bitung guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

‎Lebih lanjut Kapolres Bitung berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama mengambil peran dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kekerasan.

‎“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah, dan orang tua untuk bersama-sama membina anak-anak muda kita. Mereka perlu diarahkan pada kegiatan positif seperti pendidikan, pekerjaan, olahraga, dan kegiatan sosial,” tandasnya.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 953 kali

Baca Lainnya

Klinik Terapung dan BBM Jadi Fokus Pertemuan PWI–Polairud Polda Sulut 

1 Mei 2026 - 00:51 WITA

Wakil Walikota Randito Sambut Kunjungan Kerja Gubernur YSK di Bitung

30 April 2026 - 18:16 WITA

Randito Maringka

Polres Bitung dan Wartawan Duduk Bersama Bahas Informasi Publik

29 April 2026 - 22:27 WITA

Kanwil Kemenkum Sulut dan Pemkot Bitung Perkuat Sinergi Dorong IRH, Layanan Kewarganegaraan, dan Sentra KI

29 April 2026 - 15:25 WITA

Peran Ko Jerry Disorot dalam Sidang Kasus Arang di Bitung

29 April 2026 - 13:49 WITA

Tim Kuasa Hukum, H. Yanto Mandulangi, SH, Firmansyah Pratama Alim, SH, MH, dan Nurul Nikmah Khusnul Khatimah Mandulangi, SH

Usia 74 Tahun, PELNI Fokus Tingkatkan Pelayanan Publik

29 April 2026 - 13:06 WITA

Trending di Bitung