Manado, Sulutnews.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung sejak 2 Juni 2026 dan telah ditutup pada Rabu 24 Juni 2026 malam pukul 24.00 wita di Dikda Sulut telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen).
” Ya secara umum saya melihat pelaksanaan SPMB untuk SMA dan SMK melalui jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi sudah berjalan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku” kata Ketua Komisi IV Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Sulut Dra Vonny Paat kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Sabtu (27/6/26) lewat telepon.
Sebelumnya dikda Sulut sudah menutup pelaksanaan SPMB untuk SMA dan SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 pada Rabu 24 Juni 2026 pukul 24.00 wita . Dan Dikda telah mengumumkan secara resmi lewat relis daring jumlah siswa yang mendaftar pada Jumat 26 Juni 2026 jam 14.30 wita di Aula Dikda yang disaksikan Kepala Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M Si, dan jajarannya serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPMP) Sulut Febry Dien ST.M.Inf.Tech ( MAN) dan Kepala Ombusmen Sulut
Siswa lulusan SMP yang mendaftar 33.553 siswa baik jenjang SMA dan SMK sementara daya tampung 46.107 siswa.
Menurut Vonny Paat meskipun berjalan baik pelaksanaan SPMB secara umum. Namun sebagai wakil rakyat melihat masih terdapat kendala yang perlu menjadi perhatian, terutama adanya penumpukan pendaftar pada sekolah-sekolah tertentu yang dianggap favorit oleh masyarakat.
“Masih ada persoalan karena banyak calon siswa yang memilih sekolah favorit, sehingga jumlah pendaftar membludak sementara daya tampung sekolah terbatas sesuai dengan jumlah rombongan belajar (rombel) yang tersedia ” ujar Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan.
Dijelaskan, kuota penerimaan setiap sekolah sudah ditentukan berdasarkan jumlah rombel dan kapasitas sekolah, sehingga tidak semua pendaftar dapat diterima apabila jumlah pendaftar melebihi daya tampung.
Dicarikan Solusi
Terkait siswa yang belum diterima, ini menurut Vonny Paat harus dicarikan solusi agar para calon siswa tetap diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan mencari alternatif sekolah yang masih memiliki daya tampung. Hal ini harus menjadi perhatian.
Karena kemungkinan masih terdapat sekolah yang akan membuka penerimaan lanjutan apabila masih terdapat kekosongan kuota.
Ditambahkan, untuk SPMB SMA/SMK Negeri Provinsi Sulawesi Utara, tahapan resmi pendaftaran 2–24 Juni 2026, verifikasi sampai 25 Juni 2026, pengumuman 26 Juni 2026, dan lapor diri 29 Juni–3 Juli 2026.
Vonny Paat berharap masyarakat dapat memahami bahwa sistem SPMB dibuat untuk menciptakan proses penerimaan yang objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
“Yang paling penting adalah memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan. Pemerintah dan pihak terkait harus terus melakukan pemetaan agar daya tampung sekolah dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat” tegas Anggota DPRD Sulut Fraksi PDI Perjuangan Dapil Minahasa – Kota Tomohon.
BPMP Siswa Harus Sekolah
Sementara Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST.M.Inf.Tech. kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Jumat (26/6/26) mengatakan, hasil pantauan SPMB berjalan baik. Dan sejak 2 Juni hinga Jumat 26 Juni 2026 pukul 14.30 Wita BPMP Sulut mendampingi Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara merilis secara daring Hasil SPMB SMA dan SMK Sulawesi Utara.

Foto Istimewa- Febry Dien ST.M.Inf.Tech.( MAN) Kepala BPMP – UPT Kemendikdasmen.di Sulut.
Menurut Febry Dien berdasarkan data dari Dikda .Sulut, daya tampung yang tersedia SMA dan SMK sebanyak 46.107 siswa. Pendaftar di Sekolah sebanyak 33.553 untuk sekolah negeri (selain Swasta). Jadi daya tampung masih banyak.
Febry mengatakan ada terdapat 6 Sekolah Negeri yang pendaftarnya melebihi kuota. Data ini menunjukkan, daya tampung jenjang SMA dan SMK melebihi kebutuhan. Kelebihan pendaftar di beberapa sekolah seharusnya dapat di arahkan ke sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa.
Hal ini akan menjadi perhatian khusus BPMP Sulawesi Utara agar semua siswa dapat terus bersekolah tanpa harus berlomba-lomba masuk ke sekolah ‘favorit’. Berdasarkan konfirmasi, Dikda Prov Sulut akan terus mengupayakan distribusi siswa yang tidak diterima di sekolah pilihan ke sekolah lainnya.
Hal ini tentunya harus diikuti dengan memberikan dukungan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah alternatif.
Febry Dien mengatakan juga berdasarkan pemantauan selama proses SPMB, dinamika yang muncul di masyarakat memang perlu diperhatikan dan diupayakan solusi yang terbaik bagi calon siswa yang belum tertampung dalam kuota yang sudah di tetapkan sesuai Juknis yang ditetapkan oleh Pemprov Sulut berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Utara No.9 Tahun 2026 dan Surat edaran Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah Nomor : 0301/C/HK.04.01/2026Tentang Sistim Penerimaan Murid Baru tahun ajaran 2026/2027.

Foto – Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SSi.MM
Dien menambahkan juga masyarakat dapat menghubungi Posko SPMB yang ada di Dikda Sulut maupun BPMP Sulut jika anak anaknya
belum diterima di sekolah, agar dapat diarahkan.” Jadi intinya semua harus sekolah
Sudah Terpenuhi Kouta
Sementara itu Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SS.MM kepada Jurnalis Sumikolah Sulut mengatakan, siswa yang mendaftar hinga ditutup SPMB Rabu 24 Juni pukul 24.00 wita sudah melebihi kouta 468 yakni 500 siswa SMP yang mendaftar. Untuk jalur domisili kouta 141, prestasi kouta 164, afirmasi 135, mutasi 23 dan 5 siswa Afirmasi Pendidikan Menengah ( ADEM) dari daerah Terdepan, Terluar dan Tertingal ( 3T) dari daerah kepulauan.
Menurut Kepsek kelebihan siswa akan diarahkan kesekolah belum penuh.

Foto- Kepsek SMA Negeri 2 Kotamobagu I Ketut Gunawan Adywisna S.Pd.M.Pd
Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 2 Kotamobagu I Ketut Gunawan Adywisna S.Pd.MM kepada Jurnalis Sumikolah Sabtu (27/6/26) lewat telepon. Untuk sekolahnya hanya 11 rombel atau 396 siswa yang akan diterima sesuai kouta. Ada kelebihan 200 lebih siswa yang mendaftar .Siswa tersebut tetap akan sekolah kita koordinasi dengan Dikda Sulut.
Sementara Kepsek SMA Negeri 3 Kotamobagu Jefry Adilang S.Pd secara terpisah kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Sabtu (27/6/26) lewat telepon mengatakan, koutanya hanya 10 rombel atau 360 dan yang sudah penuh jalur domisili , prestasi lagi empat siswa dan afirmasi 30 siswa lagi yang dibutuhkan.” SPMB di sekolahnya berjalan lancar” ujar Kepsek.
Sementara data yang ada beberapa SMA yang melebihi kouta siswa yang mendaftar antara lain SMA Negeri 1 Manado, SMA Negeri 9 Manado, SMA Negeri 1 Bitung, SMA Negeri 2 Bitung, SMA Negeri 7 Manado dan SMA Negeri 2 Kotamobagu. (Fanny)





