Manado, Sulutmews.com – Kepala Badan Penangaulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara ( Sulut) Ir Adolf Tamengkel MT minta masyarakat tetap waspada dan hati hati terutama yang berada dingiran pantai, karena gempa bumi susulan masih terjadi. Bahkan sudah enam kali gempa susulan hinga senin siang sesuai data BMKG dan ancaman tsunami dari BMKG sudah dicabut.
” Jadi masyarakat Sulut harus tetap waspada terus terutama yang tingal didaerah pingiran pantai pasca gempa bumi 7, 7 Skala Richter ( SR) Senin 8 Juni 2026 Karena masih ada gempa susulan” ujar Kepala BPBD Sulut Ir Adolf Tamengkel MT kepada Wartawan Sulutnews com Senin (8/6/26) di Manado.
Sebelumnya Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi berkekuatan 7,7 SR terjadi Senin 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB dengan pusat di koordinat 5,80 LU – 125,14 BT. Gempa dangkal dengan kedalaman 47 km ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme thrust fault (pergerakan naik) yang memiliki potensi tsunami.

Foto – Kepala BPBD Sulut Ir Adolf Tamengkel MT.
Tidak Ada Korban Jiwa
Menurut, Tamengkel pasca gempa dari laporan dibeberapa Kabupaten dan Kota tidak ada kerusakan berat ada kerusakan ringan tapi tidak fatal terutama di Kabupaten Talaud dan Sangihe. Rumah warga dan fasilitas umum laporan sementara hinga siang jam 11.00 wita tidak ada kerusakan berat.
Untuk korban jiwa tidak ada termasuk luka luka. Kita bersyukur gempa 7,7 SR tidak medatangkan korban jiwa dan tidak ada tsunami. ” Hanya naik sedikit air laut didaerah pulau di Sangihe Marore tapi tidak mengangu aktifitas warga” ujar Tamengkel.
Sebelumnya pada Senin 8 Juni pagi pasca Gempa Tamengkel, menjelaskan bahwa penetapan status dilakukan berdasarkan pemodelan teknis.
Dan berarti potensi tsunami telah terkonfirmasi secara model. Warga di Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Sitaro, dan Bolaang Mongondow Utara harus segera menuju titik aman. Jangan menunggu air laut surut atau gelombang pertama muncul,” kata Tamengkel
Sesuai catatan BMKG kata Tamengkel estimasi gelombang pertama diperkirakan mencapai Kepulauan Sangihe pada pukul 06.51 WIB. Wilayah lain seperti Kota Bitung, Kepulauan Talaud, Minahasa Selatan, hingga wilayah di Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur masuk dalam status Waspada dengan estimasi ancaman hingga pukul 08.14 WIB.
Saat gempa BPBD langsung berkoordinasi penuh dengan TNI, Polri, dan unsur relawan untuk mendukung proses evakuasi terutama kepada kelompok rentan, yakni lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. ( Fanny)






