Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Entertainment · 9 Jun 2026 07:42 WITA ·

Keindahan Budaya Rote dalam Balutan Busana Adat Suami Istri yang Elegan


Keindahan Budaya Rote dalam Balutan Busana Adat Suami Istri yang Elegan Perbesar

Reporter : Dance Henukh

Sulutnews.com.Rote Ndao – Terlihat sepasang suami istri berdiri berdampingan dengan sangat elegan, memancarkan rasa bangga yang tulus dari dalam hati. Pada diri keduanya melekat kuat warisan budaya Rote—bukan sekadar tampilan pakaian semata, melainkan nyawa dari identitas yang telah dijaga dan diwariskan turun-temurun dari generasi ke generasi. Kain yang mereka kenakan berwarna dasar hitam yang tegas, dihiasi tenun tradisional yang memadukan warna merah, putih, dan coklat; paduan yang sarat makna dan telah lama menjadi ciri khas kebanggaan tanah Rote Ndao.

Setiap motif yang teranyam indah di atas kain bukanlah sekadar hiasan belaka. Pola-pola tersebut bagaikan bahasa bisu yang menceritakan kisah perjalanan leluhur, menggambarkan keterikatan erat dengan alam sekitar, serta menampakkan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh dalam kehidupan bermasyarakat. Di dalam setiap helai benang yang ditenun dengan ketelatenan tersimpan penghormatan mendalam terhadap tanah tempat berpijak, kearifan menjaga lingkungan, serta ajaran abadi tentang kebersamaan, semangat bekerja sama, dan keharmonisan antar sesama.

Bagi pasangan ini, busana adat yang dikenakan jauh melampaui fungsi sebagai penutup tubuh atau pelengkap penampilan. Ia adalah simbol jati diri yang mengingatkan dari mana mereka berasal, sekaligus pengikat persatuan yang kokoh. Pakaian ini melambangkan keutuhan dalam ikatan rumah tangga, sekaligus meneguhkan kedudukan mereka sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Rote. Lebih dari itu, mengenakan busana ini adalah wujud penghormatan tulus kepada para pendahulu, sekaligus komitmen untuk terus melestarikan tradisi agar tidak luntur tergerus perubahan zaman.

Di tengah derasnya arus modernisasi, pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya bukanlah sesuatu yang mati di masa lalu. Ia terus hidup dan bernapas dalam jiwa setiap orang yang mencintainya. Sepasang suami istri ini menjadi teladan: mereka membuktikan bahwa warisan leluhur dapat tetap terjaga, menjadi identitas yang membanggakan, dan mengingatkan kita bahwa melestarikan budaya adalah cara terbaik untuk menghormati jati diri, sekaligus membangun masa depan yang kokoh berakar pada nilai-nilai luhur.

Artikel ini telah dibaca 1,019 kali

Baca Lainnya

Paulus Henuk Bupati Rote Ndao UMKM Harus Naik Kelas, HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Masyarakat

2 Agustus 2026 - 07:50 WITA

Keakraban Bupati Rote Ndao Bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Gubernur NTT Warnai Panen Garam Nasional

30 Juli 2026 - 16:41 WITA

Indonesia Punya Garis Pantai Terpanjang Kedua di Dunia, Menko Pangan: Saatnya Akhiri Ketergantungan Impor Garam dari Rote Ndao

30 Juli 2026 - 15:59 WITA

Mayoritas Warga dan Pemerintah Desa Keoen Mendukung Pembangunan Jalan, Tiga Orang Pemilik Lahan Melayangkan Somasi ?

30 Juli 2026 - 01:05 WITA

Bongkar Kebohongan PT Waskita Proyek Rehabilitasi Irigasi Di Rote Ndao, Pekerja Mengaku Hanya Plester Tambal Sulam

28 Juli 2026 - 05:45 WITA

Bupati Paulus Henuk Rapat Persiapan Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Bahas Pengisian Jabatan Kosong

28 Juli 2026 - 03:58 WITA

Trending di Internasional