Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 20 Agu 2026 12:00 WITA ·

MBG DIPERCEPAT DI NTT, MENKO PANGAN TURUN LANGSUNG KE SIKKA: “JANGAN DIKURANG-KURANGI MENUNYA!”


MBG DIPERCEPAT DI NTT, MENKO PANGAN TURUN LANGSUNG KE SIKKA: “JANGAN DIKURANG-KURANGI MENUNYA!” Perbesar

Reporter: Dance Henukh
SULUTNEWS.COM

SIKKA, SULUTNEWS.COM — Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun langsung meninjau kesiapan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 19 Agustus 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional SPPG di wilayah 3T sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan agar pelaksanaan MBG di NTT dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,6 juta penerima manfaat, dengan dukungan 27.485 SPPG yang telah beroperasi serta 134.881 pemasok lokal, termasuk UMKM, BUMDes, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), dan pemasok lainnya.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa percepatan SPPG 3T merupakan keputusan pemerintah. NTT menjadi salah satu wilayah prioritas bersama Maluku dan seluruh provinsi di Papua.
“Memang sudah keputusan rapat yang saya pimpin dua minggu yang lalu, 3T, NTT seluruhnya, Maluku seluruhnya, Papua seluruhnya,” ujar Zulkifli Hasan.

Pemerintah juga melakukan penataan terhadap 8.617 SPPG di daerah terpencil, termasuk 1.703 SPPG 3T yang diarahkan antara lain untuk mendukung percepatan penurunan stunting.Khusus di NTT, terdapat 1.123 pengajuan SPPG 3T, sementara 170 SPPG telah tervalidasi siap operasional.

Percepatan tersebut menjadi semakin penting mengingat persoalan stunting masih menjadi tantangan besar di NTT. Berdasarkan data SSGI 2024 yang tercantum dalam bahan siaran pers, prevalensi stunting di NTT mencapai 37 persen.

Salah satu SPPG 3T yang telah dinyatakan siap operasional adalah SPPG Sikka Munerana, Kabupaten Sikka, yang direncanakan melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat.
Namun, percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Zulkifli Hasan secara tegas mengingatkan agar pelaksanaan MBG di wilayah 3T tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tolong jangan dikurang-kurangi menunya. Tidak boleh mengurangi ketentuan dan tidak boleh mengurangi gizi yang sudah standar dalam MBG,” tegasnya.

Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus mendorong percepatan penataan serta aktivasi SPPG 3T, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

Peninjauan langsung di Sikka menjadi bagian dari langkah pemerintah memastikan kesiapan fasilitas, menyelesaikan kendala di lapangan, dan memastikan masyarakat di wilayah 3T turut mendapatkan manfaat MBG dengan standar gizi yang tetap terjaga.
NTT DIPERCEPAT. MBG TETAP BERGIZI. WILAYAH 3T TAK BOLEH TERTINGGAL.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Majelis taklim dan takwa Di Jakarta Tak Henti henti Mengirim Do’a Untuk Saudara saudara di Flores Nusa Tenggara Timur. NTT

20 Agustus 2026 - 09:45 WITA

Bank NTT Buka 220.194 Rekening Pelajar, Cetak Rekor MURI di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026

20 Agustus 2026 - 09:13 WITA

“TIDAK ADA IZIN JUDI!” HANYA IZIN KERAMAIAN, MAKA DIBUKA LAGI , POLISI TEGAS: PEMDA ROTE NDAO WAJIB JAGA KONDUSIVITAS

13 Agustus 2026 - 21:16 WITA

KLARIFIKASI TERBARU! ASISTEN I PETSON HANGGE AKUI UANG Rp40 JUTA, DISEBUT HASIL KESEPAKATAN DAN TERTUANG DALAM PROPOSAL

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

RESES II MIKAEL MANU WARGA OELASIN DESAK PEMBANGUNAN JALAN, DINAMO CELUP HINGGA BIBIT TERNAK

11 Agustus 2026 - 13:46 WITA

MELEDAK! UANG Rp40 JUTA KINI DIKLARIFIKASI

11 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Trending di Internasional