Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bitung · 3 Sep 2025 11:24 WITA ·

Kapolres Bitung Tunjukkan Humanisme, Aksi Damai Kelompok Pencari Keadilan Berjalan Lancar


Kapolres Bitung Tunjukkan Humanisme, Aksi Damai Kelompok Pencari Keadilan Berjalan Lancar Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Kalau biasanya aksi massa identik dengan ketegangan, kali ini berbeda.

Di Kota Bitung, aksi damai yang digelar Kelompok Pencari Keadilan justru berjalan adem ayem, penuh dengan nuansa humanis.

Rahasianya? Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai, S.I.K., M.H, turun tangan langsung memimpin pengamanan.

Aksi tersebut digelar di depan Gedung Pengadilan Negeri Bitung terkait permasalahan tanah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari.

Bukan sekadar hadir, Kapolres bahkan ikut mendampingi perwakilan massa saat diterima langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Bitung, Dr. Johanis Dairo Malo SH, MH, bersama jajaran PJU Polres Bitung.

Hasilnya? Mediasi berjalan lancar. Kedua pihak sepakat, dan kesepakatan itu diumumkan secara terbuka oleh Hakim Juru Bicara PN Bitung, Ervan Avandi, S.H di hadapan massa.

Bukannya ricuh, peserta aksi justru menyambutnya dengan baik.

Kapolres Bitung pun tidak lupa memberikan apresiasi.

Terima kasih kepada peserta aksi damai yang sudah melaksanakan dengan tertib. Mari kita jaga Kota Bitung tetap aman kondusif agar perekonomian bisa berjalan lancar.

Masyarakat Kota Bitung adalah masyarakat yang majemuk, namun sangat cinta kedamaian ujarnya.

Pengamanan aksi melibatkan 52 personel Polres Bitung dan Polsek jajaran, dibantu personel Kodim serta Yonmarhanlan Bitung.

Hebatnya, seluruh personel diturunkan dengan pendekatan humanis, tanpa ada sedikit pun kesan menakut-nakuti massa.

Alhasil, aksi selesai dengan aman, tertib, dan massa membubarkan diri dengan kepala tegak.

Bisa jadi, ini contoh bagaimana sebuah aksi yang berpotensi hangat justru berubah menjadi ruang dialog yang sehat, asal aparat dan masyarakat sama-sama mengedepankan hati nurani.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,034 kali

Baca Lainnya

Hardiknas 2026, Pemkot Bitung Perkuat Dukungan Pendidikan

2 Mei 2026 - 14:52 WITA

Polairud vs Wartawan, Laga Persahabatan Rasa Ujian Fisik

1 Mei 2026 - 23:44 WITA

PKK Bitung Apresiasi Peran Pekerja di Hari Buruh 2026

1 Mei 2026 - 21:36 WITA

Pemkot Bitung Lepas 46 Calon Jamaah Haji 1447 H

1 Mei 2026 - 21:27 WITA

Klinik Terapung dan BBM Jadi Fokus Pertemuan PWI–Polairud Polda Sulut 

1 Mei 2026 - 00:51 WITA

Wakil Walikota Randito Sambut Kunjungan Kerja Gubernur YSK di Bitung

30 April 2026 - 18:16 WITA

Randito Maringka
Trending di Bitung