Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Sangihe · 5 Jun 2026 13:56 WITA ·

Jelang Piala Dunia 2026, “Baku Terek” Bendera Jadi Tren di Sangihe


Jelang Piala Dunia 2026, “Baku Terek” Bendera Jadi Tren di Sangihe Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada bulan Juni semakin dekat. Atmosfer pesta sepak bola terbesar di dunia itu mulai terasa hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Fenomena unik pun kembali mewarnai masyarakat Sangihe menjelang kick-off turnamen empat tahunan tersebut. Tradisi lokal yang dikenal dengan istilah “Baku Terek” atau saling memasang dan memamerkan bendera negara jagoan kini menjadi tren di berbagai kampung dan pusat kota Tahuna.

Selain saling menjagokan tim favorit melalui media sosial, warga juga berlomba-lomba mengibarkan bendera negara idolanya di lokasi-lokasi strategis. Ada yang memasang bendera di puncak pohon agar terlihat dari kejauhan, ada pula yang membentangkannya di sepanjang Boulevard Tahuna dengan ukuran beragam, mulai dari ukuran sedang hingga jumbo.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menghadirkan 48 negara peserta yang telah lolos melalui babak kualifikasi di masing-masing konfederasi, menjadikannya edisi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut.

Pantauan Sulutnews.com menunjukkan antusiasme masyarakat Sangihe semakin meningkat dari hari ke hari. Berbagai bendera negara peserta mulai menghiasi halaman rumah, pertokoan hingga pinggir jalan utama.

Salah satu pendukung Timnas Belgia, Udin Katiandagho, mengaku tradisi memasang bendera sudah menjadi bagian dari keseruan menyambut Piala Dunia.

“Kalau sudah Piala Dunia, suasananya memang berbeda. Kami sesama pencinta sepak bola saling menunjukkan dukungan lewat bendera. Belgia tetap menjadi pilihan saya karena punya sejarah dan permainan yang menarik. Yang penting tetap menjaga persaudaraan walaupun berbeda dukungan,” ujar Udin.

Sementara itu, Teguh Salainti, warga Tahuna yang mendukung Jerman, optimistis Der Panzer mampu berbicara banyak pada turnamen kali ini.

“Jerman memang sempat mengalami pasang surut, tetapi mereka selalu punya mental juara. Saya berharap tahun ini mereka bisa kembali menunjukkan kualitasnya dan melangkah jauh di Piala Dunia,” kata Teguh.

Dukungan juga datang dari Jony Wel Gunena Kuma, yang menjatuhkan pilihannya kepada Spanyol. Menurutnya, gaya permainan Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola masih menjadi daya tarik tersendiri.

“Saya sudah lama mendukung Spanyol. Permainan mereka enak ditonton dan selalu mengedepankan kerja sama tim. Mudah-mudahan mereka bisa kembali mengangkat trofi juara dunia,” ungkap Jony.

Di sisi lain, warga Tamako, Yan Makaminan, tetap setia mendukung Portugal. Ia berharap generasi baru sepak bola Portugal mampu meneruskan prestasi yang telah dibangun selama ini.

“Portugal memiliki banyak pemain muda berbakat. Saya yakin mereka bisa memberikan kejutan di Piala Dunia kali ini. Karena itu saya sudah memasang bendera Portugal sejak sekarang,” tutur Yan.

Tak ketinggalan, Camat Marore, yang dikenal sebagai pendukung setia Argentina, turut meramaikan euforia Piala Dunia dengan mengibarkan bendera Albiceleste.

“Argentina memiliki tradisi sepak bola yang luar biasa. Setelah sukses dalam beberapa tahun terakhir, saya berharap mereka tetap tampil konsisten dan mampu mempertahankan status sebagai salah satu tim terbaik dunia. Dukungan lewat pemasangan bendera ini juga menjadi bagian dari kemeriahan Piala Dunia di wilayah perbatasan,” ujar Camat Marore.

Meski berbeda pilihan tim, semangat kebersamaan tetap menjadi ciri khas masyarakat Sangihe dalam menyambut Piala Dunia. Tradisi “Baku Terek” tidak hanya menjadi ajang menunjukkan dukungan kepada negara favorit, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Dengan semakin dekatnya hari pembukaan Piala Dunia 2026, diperkirakan suasana euforia di Kabupaten Kepulauan Sangihe akan semakin semarak, ditandai dengan bertambahnya bendera negara-negara peserta yang berkibar di berbagai sudut daerah. Bahkan, “baku terek” bendera antarpendukung diprediksi akan menjadi salah satu pemandangan khas yang mewarnai Sangihe selama berlangsungnya pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,212 kali

Baca Lainnya

Prof Frans Gruber Ijong : Dari Tahuna Menuju Panggung Akademik Dunia

27 Juni 2026 - 21:23 WITA

Camat Marore: Kapal Sanus Urat Nadi Kehidupan Warga Perbatasan

25 Juni 2026 - 19:22 WITA

Gansalangi Kembali Nakhodai Polnustar Periode 2026-2030

25 Juni 2026 - 13:35 WITA

Misi Kemanusiaan KKNUI Jangkau Perbatasan Indonesia–Filipina, Bawa Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa

22 Juni 2026 - 22:26 WITA

Pemkab Sangihe Gandeng UNIMA, Perkuat SDM dan Dorong Pembangunan Daerah Perbatasan

22 Juni 2026 - 20:01 WITA

Manossoh Kagum Lihat Potensi Besar Perbatasan Indonesia-Filipina

22 Juni 2026 - 19:14 WITA

Trending di Sangihe