Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Advetorial · 8 Des 2025 23:22 WITA ·

Harmoni Lintas Agama Warnai Natal Oikumene Sangihe 2025


Harmoni Lintas Agama Warnai Natal Oikumene Sangihe 2025 Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Kepulauan Sangihe Tahun 2025 berlangsung penuh sukacita di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Senin (8/12/2025)

Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Sinode GMIST, Pdt. Welman Boba. Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya hidup dalam kasih dan persaudaraan di tengah keberagaman.

“Natal mengajarkan kita untuk saling mengasihi tanpa membedakan latar belakang, suku, dan agama. Damai sejahtera Kristus harus nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” tutur Pdt. Welman Boba.

Berbagai denominasi tampak memadati lokasi perayaan. Suasana semakin semarak dengan berbagai pentas seni lintas agama, mulai dari musik bambu Bethesda Sesiwung, choir Gereja Advent dan Katolik, hingga hadra dari Kelurahan Tidore dan Lembaga Seni Kebudayaan Islam Santiago.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dalam sambutannya menyebut Natal Oikumene sebagai simbol kuat persaudaraan dan persatuan.

“Ini bukti nyata bahwa masyarakat Sangihe mampu merawat kerukunan dalam keberagaman. Natal Oikumene bukan hanya perayaan iman, tetapi juga perayaan persaudaraan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi.

“Pemerintah hadir untuk semua golongan. Kita ingin Sangihe terus menjadi daerah yang aman, damai, dan sejahtera karena dibangun di atas semangat saling menghargai,” tambah Thungari.

Bupati turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Natal sebagai penguat persatuan. “Perbedaan bukan alasan untuk terpecah. Justru dari perbedaan kita belajar untuk saling melengkapi,” tegasnya.

Perayaan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bagi kelompok usaha, pertanian, pandai besi, serta rumah ibadah yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai bentuk nyata perhatian kepada masyarakat. (Advetorial)

Artikel ini telah dibaca 938 kali

Baca Lainnya

Masyarakat Sangihe Titip Harapan Besar untuk DRT

13 Mei 2026 - 15:41 WITA

Crist Meity Ponto Sambangi Kementerian dan DPR RI, Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Sangihe

12 Mei 2026 - 18:59 WITA

Sangihe Percepat Transformasi Digital, 10 OPD Mulai Uji Coba Aplikasi SRIKANDI

11 Mei 2026 - 23:42 WITA

Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar

6 Mei 2026 - 21:52 WITA

Abrasi Mendesak, Bupati Sangihe Serahkan Proposal Tanggul Pantai ke BWS Sulawesi I

6 Mei 2026 - 14:38 WITA

Meity Ponto Terima Amanat Baru, PAN Sangihe Siap Tancap Gas Menuju 2029

4 Mei 2026 - 23:08 WITA

Trending di Politik