Tahuna, Sulutnews.com – Pekerjaan pemancangan tiang pancang rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna resmi dimulai, Jumat (5/6/2026). Kegiatan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Rovie Ferce Mardesa, dilanjutkan dengan pengetukan lonceng secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari didampingi jajaran Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Nusantara Tahuna, unsur Forkopimda, serta para tamu undangan.
Dalam khotbah dan doanya, Pdt. Rovie Ferce Mardesa mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas dimulainya proyek strategis tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pelabuhan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah perbatasan. Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.
Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.

Menurut Thungari, kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terdiri dari gugusan pulau menjadikan sektor transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Karena itu, keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang memadai menjadi kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang terus memberikan perhatian kepada Kabupaten Kepulauan Sangihe. Sebagai daerah kepulauan dan perbatasan, pelabuhan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Thungari.
Bupati menilai kehadiran proyek strategis seperti rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna akan menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya minat investasi di daerah. Karena itu, ia berharap pihak pelaksana proyek dapat mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, terutama terkait keselamatan dan kesehatan kerja.
Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat sekitar untuk mendukung pelaksanaan proyek agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.
Pada kesempatan tersebut, Thungari mengungkapkan bahwa hanya dua daerah di Indonesia yang mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Perhubungan dalam bentuk pembangunan pelabuhan dengan nilai investasi besar, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Bali.
“Untuk Kabupaten Kepulauan Sangihe terdapat dua pelabuhan yang mendapatkan alokasi anggaran, yaitu Pelabuhan Nusantara Tahuna dan Pelabuhan Matutuang dengan total anggaran mencapai sekitar Rp150 miliar,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah terhadap peningkatan pelayanan publik di kawasan pelabuhan, Bupati juga menyampaikan rencana pembangunan fasilitas sanitasi di Pelabuhan Nusantara Tahuna guna memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna jasa pelabuhan.
Sementara itu, mewakili Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tahuna, Koordinator Social Media Response Team, Meifrid Palenewen, mengatakan pembangunan dan rehabilitasi Pelabuhan Nusantara Tahuna merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah Kepulauan Sangihe.
Menurut Palenewen, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas wilayah perbatasan serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap dukungan seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, sehingga pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan menghasilkan fasilitas pelabuhan yang lebih representatif bagi masyarakat Sangihe,” ujar Palenewen.
Ground breaking tersebut menjadi penanda dimulainya salah satu proyek strategis sektor transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pelabuhan sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai kawasan maritim perbatasan yang memiliki peran penting dalam konektivitas nasional. (Andy Gansalangi)






