Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Sangihe · 9 Jun 2026 12:26 WITA ·

Gempa Susulan Masih Terjadi, Ratusan Bangunan di Kecamatan Kepulauan Marore Terdampak


Gempa Susulan Masih Terjadi, Ratusan Bangunan di Kecamatan Kepulauan Marore Terdampak Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Masyarakat di wilayah Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih berada dalam kondisi waspada pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah perbatasan tersebut pada Senin, 8 Juni 2026.

Berdasarkan laporan resmi yang disampaikan Camat Kepulauan Marore kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Selasa (9/6/2026), gempa susulan masih terus dirasakan warga hingga pagi hari. Sedikitnya empat kali gempa susulan tercatat dirasakan masyarakat, masing-masing pada pukul 02.30 WITA, 04.30 WITA, 05.15 WITA, dan 09.20 WITA.

Akibat masih terjadinya gempa susulan berskala kecil, aktivitas masyarakat di sejumlah kampung belum kembali normal. Sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian sementara di daerah pegunungan maupun lapangan terbuka sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan yang lebih kuat.
Meski demikian, pemerintah kecamatan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Camat Kepulauan Marore, Marcos Sasiang, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kampung serta masyarakat di seluruh wilayah terdampak.

“Puji syukur hingga saat ini tidak ada korban jiwa akibat gempa yang terjadi. Namun masyarakat masih merasakan beberapa kali gempa susulan sehingga sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian untuk menjaga keselamatan mereka. Kami terus melakukan pendataan kerusakan dan memantau kondisi masyarakat di lapangan,” ujar Marcos Sasiang.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Keselamatan warga menjadi prioritas utama saat ini,” tambahnya.

153 Rumah dan Puluhan Fasilitas Umum Rusak

Data sementara mencatat sedikitnya 153 unit rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di tiga kampung, yakni Marore, Matutuang, dan Kawio.
Di Kampung Marore, tercatat 16 unit rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada Gudang Logistik (Dolog), pagar beton bekas Polsek Marore, dinding ring balok gudang Sahbandar, serta Kantor Camat Kepulauan Marore.

Sementara di Kampung Matutuang, dampak gempa tercatat lebih besar dengan 60 unit rumah warga mengalami kerusakan. Selain rumah warga, terdapat pula kerusakan pada lima rumah ibadah serta sejumlah fasilitas pemerintah dan pelayanan publik.
Selain itu, dilaporkan terjadi longsoran batu di Lindongan I Kampung Matutuang akibat guncangan gempa.

Sedangkan di Kampung Kawio, sebanyak 77 unit rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan bangunan pelayanan masyarakat.

Pemerintah Terus Melakukan Pendataan

Marcos Sasiang menjelaskan bahwa hingga saat ini pendataan masih terus berlangsung dan angka kerusakan yang ada merupakan data sementara yang masih dapat bertambah seiring proses verifikasi lapangan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya. Harapan kami, masyarakat tetap menjaga kebersamaan dan saling membantu di tengah situasi ini hingga kondisi benar-benar kembali normal,” katanya.

Berdasarkan data kecamatan Marore, total dampak gempa meliputi 153 unit rumah warga, 6 rumah ibadah, serta 16 bangunan pemerintah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Hingga Selasa siang, warga masih siaga menghadapi kemungkinan terjadinya gempa susulan sambil menunggu situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,335 kali

Baca Lainnya

Camat dan Tiga Kapitalaung di Perbatasan Sampaikan Terima Kasih kepada Bupati dan Forkopimda

17 Juni 2026 - 16:49 WITA

Kawio Jadi Fokus Penanganan Pascagempa, Pemkab Sangihe Pastikan Bantuan Tersalurkan

11 Juni 2026 - 21:54 WITA

BMKG Verifikasi Data Tsunami di Talengen

10 Juni 2026 - 22:34 WITA

Siswahto Ajak Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bekerja Penuh Tanggung Jawab

10 Juni 2026 - 19:24 WITA

Gubernur Disorot Usai Gempa Sangihe, Tokoh Masyarakat Pertanyakan Empatinya

10 Juni 2026 - 13:54 WITA

BNPB Rilis Dampak Gempa M 7,7 di Sangihe, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

10 Juni 2026 - 10:03 WITA

Trending di Sangihe