Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

NTT · 10 Des 2025 17:47 WITA ·

Fernandes Weni: “Preman” SMP Satap Medi Tidak Takut Hukum, Tampar Siswa Tanpa Alasan


Fernandes Weni: “Preman” SMP Satap Medi Tidak Takut Hukum, Tampar Siswa Tanpa Alasan Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Rote Ndao mulai terkotori oleh sikap premanisme yang tidak terpuji dari Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap (Satap) Medi, Fernandes Weni.

Pada Rabu (10/12/2025) pagi, sang kepala sekolah yang dikenal memiliki tempramen tinggi dan mudah marah memanggil beberapa siswa kemudian menampar mereka tanpa alasan yang jelas. Anak-anak yang masih kecil itu menangis menahan sakit akibat tamparan yang diterima.

Setelah menampar anak-anak, Fernandes Weni langsung pulang dan tidak kembali lagi hingga jam sekolah berakhir. Para guru yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bingung melihat sikap premanisme yang ditunjukkan oleh pemimpin lembaga pendidikan dasar tersebut.

Saat dikonfirmasi wartawan terkait alasan menganiaya anak-anak sekolah, Fernandes Weni dengan santai mengatakan bahwa jika tindakannya salah, ia minta maaf. “Ya kalau itu salah saya mohon maaf,” ujarnya dengan nada seolah tidak ada persoalan yang serius.

Orang tua siswa mengaku sangat kecewa dengan sikap kepala sekolah yang seharusnya berperan mendidik. “Ini sikap preman, ini anak baru sembuh sakit dan masuk sekolah, hari ini malah ditampar oleh kepala sekolah dan sekarang dia sakit lagi,” kata Yanti, ibu salah seorang siswa yang ditampar.

Menurut Yanti, jika dunia pendidikan dihuni oleh orang seperti Fernandes Weni, anak-anak bisa mengalami trauma dan takut ke sekolah. “Sebagai orang tua, saya beri waktu 1 x 24 jam untuk meminta maaf secara langsung, jika tidak saya akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga memberikan pembinaan yang pantas kepada guru yang bersikap preman. “Pak kepala dinas bina anak buahmu, kalau tidak bisa bina bawahan mending mundur dari jabatan,” ujarnya. “Saya juga minta pak Bupati agar bersikap tegas terhadap guru yang melakukan perbuatan tidak terpuji,” imbuhnya.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,233 kali

Baca Lainnya

Murah Luar Biasa BRILink: Sekali Akses, Bisa Hingga 50 Kali dalam Sehari di Toko Qinara Seluler Rote

4 Mei 2026 - 11:34 WITA

Sudah Terbukti Korupsi, Malah Mencantumkan Nama Noven Verderikus Bulan Terseret Tuduhan dalam Pleidoi

4 Mei 2026 - 10:40 WITA

Sipora Enjelika Feoh: Penuh Pesona dan Percaya Diri, Busana Budaya Kas Rote Ndao yang Kekinian dan Mempersatukan

4 Mei 2026 - 08:05 WITA

Nama Noven Verderikus Bulan Juga Terseret Tuduhan Menerimaan Uang Suap Dari Tersangka Roni.

4 Mei 2026 - 00:52 WITA

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, S.H., M.Kn.: Tegas Tangani Isu Insentif Guru Honorer Madrasah

3 Mei 2026 - 14:43 WITA

Ambil Langkah Hukum: Korban SM Ungkap Kejadian di Tiga Tempat ada bukti vidio dan foto, Ketua MD GPdI Tunggu Kabar Balik

3 Mei 2026 - 11:59 WITA

Trending di Internasional