Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 20 Des 2025 18:08 WITA ·

Dunning-Kruger Effect: Ketika Keterbatasan Pengetahuan Menghasilkan Ilusi Superioritas


Dunning-Kruger Effect: Ketika Keterbatasan Pengetahuan Menghasilkan Ilusi Superioritas Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Orang yang bijak bukanlah mereka yang merasa paling tahu, tetapi mereka yang terus mau belajar dan memperbaiki diri.”

Bapa Alfred H. J Zacharias membahas tentang Dunning-Kruger Effect, sebuah teori yang dicetuskan oleh psikolog David Dunning dan Justin Kruger pada tahun 1999. Teori ini menjelaskan kecenderungan orang yang tidak kompeten dalam suatu bidang untuk merasa lebih percaya diri dan menganggap diri lebih kompeten dibandingkan mereka yang sebenarnya memiliki kemampuan.

Mereka cenderung memiliki ilusi superioritas dan tidak menyadari kesalahan yang mereka buat, dengan dampak yang signifikan pada pekerjaan, pendidikan, dan hubungan sosial.

Mengapa Dunning-Kruger Effect Terjadi?

Menurut paparan Bapa Alfred, fenomena ini muncul karena beberapa alasan:

1. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bidang tertentu.

2. Tidak menyadari kesalahan yang dilakukan sendiri.

3. Kecenderungan untuk membesar-besarkan kemampuan diri sendiri.

4. Kecenderungan untuk mengabaikan umpan balik negatif.

Makna Mendalam dari Teori Ini

Menariknya, teori ini pada dasarnya mengingatkan kita bahwa keterbatasan pengetahuan sering kali membuat seseorang merasa sudah “paling tahu” – bukan karena niat buruk, tetapi karena belum mencapai tahap kesadaran diri yang utuh. Ketika seseorang belum cukup memahami suatu bidang, ia juga tidak memiliki kemampuan untuk menilai kekurangannya sendiri. Hal ini menghasilkan rasa percaya diri yang berlebihan, sementara kritik atau masukan sering dianggap tidak perlu. Sebaliknya, mereka yang terus belajar justru sering merasa masih memiliki banyak kekurangan.

Poin terpenting dari Dunning-Kruger Effect bukanlah untuk menghakimi, melainkan sebagai ajakan untuk tetap rendah hati secara intelektual, mau belajar, dan terbuka terhadap masukan. Kemampuan bertumbuh bukan ditentukan oleh seberapa yakin kita pada diri sendiri, tetapi seberapa siap kita untuk memperbaiki diri.

“Orang yang bijak bukanlah mereka yang merasa paling tahu, tetapi mereka yang terus mau belajar dan memperbaiki diri.”

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,023 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional