Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Hukrim · 4 Jan 2024 18:44 WITA ·

Dugaan Kuat Pihak Kejaksaan Negeri Rote Menyembunyikan Hasil Audit BPKP Kasus Covid-19


Dugaan Kuat Pihak Kejaksaan Negeri Rote Menyembunyikan Hasil Audit BPKP Kasus Covid-19 Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Budi Narsanto, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Rote Ndao, di Konfirmasi melalui Kasi Intelejen Janu Widono, menjawab pertanyaan media ini terkait penanganan kasus Covid-19 dalam konferensi pers di Ruang Lobi Kejaksaan pada Kamis 4 Januari 2024 Menurutnya, pihaknya masih menunggu surat resmi dari BPKP terkait hasil audit mereka.

“Kami masih menunggu surat dari BPKP untuk sampai ke sini. Sampai sejauh ini, namanya supervisi, proses perhitungan mereka memang sudah dilakukan di sana BPKP. Kami tinggal menyesuaikan data-data keuangan negara yang telah dihitung di Kejaksaan,” ujar Janu.

Meskipun proses perhitungan sedang berlangsung di BPKP, Janu menegaskan bahwa Kejaksaan tengah berproses dan menunggu hasil gelar perhitungan kerugian negara kasus Covid-19 dari BPKP. “Kami tekankan lagi, berproses. Kalau sudah ada progres, pasti akan ada rilisnya,” tambahnya.

Janu juga memberikan penjelasan terkait kecepatan proses, menyatakan bahwa selain pengumpulan bukti-bukti secara internal, Kejaksaan juga terikat pada sanksi internal jika prosesnya dianggap lambat. “Pihak Jaksa yang menilai seolah-olah lambat padahal masih melalui proses semuanya. Harus ada koordinasi dengan instansi BPKP selain kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Janu mengungkapkan bahwa fokus pemeriksaan saat ini terkait kerugian masker, sementara untuk kerugian lainnya seperti biaya anggaran belanja makan dan minum, serta biaya belanja peti mati, masih dalam tahap proses. “Kami belum masuk ke sana, kita urut satu-satu,” pungkasnya dengan permohonan toleransi untuk melanjutkan video conference.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,319 kali

Baca Lainnya

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Bantuan CSR Pemprov NTT Dorong Pembangunan Gedung Ibadah di Rote Ndao

19 Januari 2026 - 12:56 WITA

TIDAK ADA MA’AF KAPOLRES ROTE NDAO AKBP MARDIONO TEGAS, TINDAK PENJUALAN BBM DI ATAS HARGA HET

18 Januari 2026 - 15:42 WITA

KAPOLRES ROTE NDAO AKBP MARDIONO TINDAK TEGAS, KABAG OPS TERJUN LANGSUNG CEK PENJUALAN BBM

18 Januari 2026 - 15:07 WITA

Polres Rote Ndao Cek Harga BBM di Pusat Kota, Tanggapi Keluhan Masyarakat

18 Januari 2026 - 12:59 WITA

TEGAS BUPATI PAULUS HENUK: BBM JANGAN JUAL DI ATAS HARGA HET, APARAT DIMINTA TINDAK HUKUM TEGAS

16 Januari 2026 - 13:39 WITA

Trending di Bali
error: Content is protected !!