Menu

Mode Gelap
Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin Penjabat Bupati Rote Ndao Oder Maks Sombu Bagikan Telur Susu Bicuit Di Desa Kolobolon

Hukrim · 21 May 2024 22:11 WIB ·

Ditpolairud Polda Sulut Ungkap Praktik Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Minyak Tanah di Teluk Manado


 Ditpolairud Polda Sulut Ungkap Praktik Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Minyak Tanah di Teluk Manado Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Direktorat Polairud Polda Sulawesi Utara mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis minyak tanah.

Pengungkapan kasus ini dijelaskan oleh Wadir Polairud Polda Sulut AKBP Denny Tompunu didampingi Kaur Penum Subbid Penmas Bidhumas Polda Sulut Kompol Selfie Torondek, dalam press conference yang digelar di Mako Ditpolairud Polda Sulut, Selasa (21/5/2024).

“Kasus ini diungkap pada hari Jumat, 17 Mei 2024 sekitar pukul 10.40 Wita, di Perairan Teluk Manado, pada posisi 1°31’33” LU – 124°50’46” BT,” ujar Wadir.

Lanjutnya, Polisi saat ini sudah menahan tersangka, yaitu seorang nakhoda KM. Stout 01, pria berinisial RM. Modusnya adalah membeli minyak tanah dengan harga subsidi dan menjual kembali dengan harga lebih mahal.

“Pelaku membeli kurang lebih 3.600 liter BBM jenis minyak tanah yang disubsidi Pemerintah, di Desa Haasi Pulau Tagulandang, dengan harga per liter Rp6 ribu, kemudian mengangkut BBM tersebut dengan menggunakan KM Stout 01 untuk dibawa ke Manado dan dijual kembali dengan harga per liter Rp10 ribu,” terang AKBP Denny.

Kapal yang dibawa nakhoda RM, dihentikan dan diperiksa oleh Patroli Polairud dengan menggunakan kapal KP XV-2013.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan kurang lebih 3.600 liter BBM jenis minyak tanah yang dikemas dalam kemasan gelon berukuran 25 liter berjumlah 66 buah, gelon berukuran 20 liter berjumlah 94 buah, dan gelon berukuran 30 liter berjumlah 3 buah,” lanjutnya.

Saat ini tersangka dan barang bukti sudah ditahan di Mako Ditpolairud Polda Sulut.

“Tersangka diancam dengan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” pungkasnya.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,032 kali

Baca Lainnya

Danrem 131/Santiago Pimpin Upacara Bendera Tujuh Belasan Bacakan Amanat Pangdam XIII/Merdeka

19 June 2024 - 15:55 WIB

Kasdam XIII/Merdeka Pimpin Upacara Bendera Tujuh Belasan di Makodam

19 June 2024 - 15:46 WIB

PPDB Tahun 2024 SMP Negeri 2 Kota Bitung dan SMP Negeri 1 Manado Akan Terima 500 Siswa

19 June 2024 - 07:27 WIB

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Martin Susilo Turnip Bersama Prajurit, PNS serta Masyarakat Laksanakan Sholat Ied di Lapangan Makorem

17 June 2024 - 18:04 WIB

Viral Kisah Sedih Fahri, Ayah Meninggal Saat Proses Seleksi Polri

17 June 2024 - 07:47 WIB

Lomba Hapsa P/KB GMIM Selesai, Selasa Penyerahan Hadiah Pemenang

16 June 2024 - 22:40 WIB

Trending di Bitung