Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Health · 27 Agu 2025 15:53 WITA ·

Diduga Keracunan Obat, Warga Batutua Minta Tanggung Jawab Puskesmas Batutua


Diduga Keracunan Obat, Warga Batutua Minta Tanggung Jawab Puskesmas Batutua Perbesar

Rote Ndao, Sulutnews.com – Pelayanan pengobatan gratis oleh UPTD Puskesmas Batutua kini menelan korban di Desa batutua, Kecamatan Rote Barat Daya, peristiwa tersebut terjadi ketika seorang Ibu rumah tangga, Paulina Kiki mengonsumsi obat pemberian dokter. (26/08/2025).

Hal tersebut disampaikan oleh Suami Korban, Welhelmus Narang usai ditemui media Sulutnews.com di Puskesmas Batutua.

“Kejadian tersebut bermula ketika kami turut terlibat dalam kegiatan pengobatan gratis yang digelar pihak Puskesmas di Desa Batutua. disana mereka mengambil sampel darah kami untuk pengecekan indikasi penyakit yang ada di tubuh kami, setelah itu kami diberikan obat oleh petugas dan kemudian setelah kembali ke rumah istri saya langsung makan dan mengonsumsi obat tersebut, namun nasib buruk menimpa istri saya dimana setelah mengonsumsi obat tersebut Ia langsung terinfeksi Panas Tinggi, Gatal dan Bengkak pada bagian Kulit. karena itu Saya menduga bahwa Istri saya keracunan obat pemberian dokter karena sebelumnya Ia baik-baik,” Tutur Welhelmus .

Lebih lanjut Welhelmus membeberkan kekesalan terhadap pihak puskesmas karena Ia menilai mereka tidak kerja maksimal dalam menangani pasien Puskesmas.

“Saya sangat kecewa dengan pihak Puskesmas secara khusus kepada Dr. Felin Ndu Ufi karena setelah kami mengevakuasi korban ke Puskesmas Dr. Felin hanya menunjukkan batang hidung sebentar dan tidak lama kemudian ia menghilang dari lokasi Puskesmas. Jadi menurut saya Ini tidak menunjukkan profesionalitas seorang Dokter sebab kondisi istri saya saat ini belum membaik atau dalam kondisi darurat jadi seharus di tangani dengan semaksimal mungkin bukan menghilang dari puskesmas,” jelas Welhelmus penuh kekesalan.

Tak hanya itu, Welhelmus meminta Atensi baik dari pihak Pemerintah Rote Ndao terhadap persolan yang dialami oleh keluarganya serta meminta pihak Pemerintah segera menertibkan pihak puskesmas Batutua agar lebih memaksimalkan pelayanan terhadap setiap pasien Puskesmas Batutua.

“Saya mohon Pemerintah Kabupaten Rote Ndao segera menindaklanjuti persoalan ini agar kedepannya tidak terjadi korban lain seperti yang dialami oleh keluarga kami hari ini dan saya juga memohon agar Pemerintah segera memberi pencerahan kepada pihak puskesmas agar dalam melaksanakan kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat maka perlu adanya pertanggung jawaban, ketelitian dalam memberikan obat dan pelayanan yang maksimal kepada pasien,” Tutur Welhelmus.

Hingga berita ini diterbitkan, kepala UPTD Puskesmas Batutua dan Camat Rote Brat Daya belum dapat dikonfirmasi.

Reporter: Alden Mesah

Artikel ini telah dibaca 650 kali

Baca Lainnya

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Dua Perwira Tidak Suka Dipuji Langkah Sederhana Penuh Ketulusan

20 Mei 2026 - 11:52 WITA

Trending di Kepolisian