Manado,Sulutnews.com – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene,SE., menghadiri kegiatan sosialisasi pembinaan kelompok masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang digelar di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat, 5 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota GMAHK Jemaat Perkamil dan Jemaat sekitar serta masyarakat di Kelurahan Perkamil.
Dalam sambutannya, Felly Estelita menegaskan bahwa GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat, serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat.
Sebelum melanjutnya sambutannya Ibu Felly bertanya apakah ada peserta yang baru kali mengikuti sosialisasi dan bertemu dengannya. Dan ternyata hanya beberapa orang saja yang baru pertama kali bertemu dengannya, oleh karena itu Ibu Felly memperkenalkan diri secara singkat.
“Saya lahir di Romoong Bawah Kabupaten Minahasa Selatan, anak kedua dari delapan bersaudara, tiga diantaranya sebagai politisi, Paulman S. Runtuwene, ST., Wakil Ketua DPRD Minahasa Selatan (Minsel), Stella Marlina Runtuwene, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dari Partai NasDem dan Saya Felly Estelita Runtuwene, SE., sebagai Wakil Rakyat saya sudah hampir 20 tahun, dua periode sebagai anggota DPRD Sulut dan sudah dua Periode sebagai Anggota DPR RI dan sekarang dipercaya sebagai Ketua Komisi IX DPR RI” ujarnya.
Pemerintah menganggarkan 247 trilliun untuk Kesehatan, termasuk BPJS, dana ini cukup besar untuk memastikan pelayanan BPJS bisa berjalan dengan lancar.
Berbicara kesehatan Ibu Felly menyampaikan lima hal penting antara lain :
1.Keseimbangan Gizi,
2.Perhatikan lingkungan yang bersih.
3.Lakukan aktivitas fisik, olahraga.
4.Periksakan diri ke fasilitas kesehatan
5.Istirahat yang cukup.
“Manfaatkan fasilitas pemerintah seperti puskesmas atau Faskes 1 Lainnya, periksa gula darah, kolesterol dan asam urat. Jangan biarkan ibu-ibu dan bapak-bapak menderita, sebab ada 31 jenis Virus, 18 jenis yang sangat berbahaya, jangan tunggu mujizat” ucapnya.
“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat menjadi perhatian serius semua pihak, karena menyangkut masa depan generasi bangsa. Ini bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, pertanian, hingga ekonomi” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, seperti stunting, wasting, dan anemia, khususnya pada ibu hamil dan anak-anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai sektor serta berbasis data dan bukti ilmiah.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antar-lembaga, menyamakan visi, serta merumuskan solusi konkret dalam uupaya kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa upaya peningkatan gizi harus dijadikan sebagai gerakan nasional lintas sektor yang dilakukan secara berkesinambungan.(Merson)







