Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 27 Nov 2024 14:34 WITA ·

Di Balik Bilik Suara : Cerita Petani Pala di Hari Pemilu


Di Balik Bilik Suara : Cerita Petani Pala di Hari Pemilu Perbesar

Sitaro.sulutnews.com | Pagi itu, matahari baru saja menampakkan diri dari balik perbukitan Kecamatan Siau Timur. Udara dingin masih terasa, tapi Kampung Karalung sudah mulai hidup. Di tengah kesunyian pagi, suara langkah kaki dan percakapan ringan mengisi jalan menuju TPS 002.

Erick Emping, seorang petani pala (37), sudah bersiap sejak subuh. Kaos berlengan pendek terlihat rapi, dan senyumnya merekah saat menuju ke TPS yang lumayan jauh dari rumahnya.

“Hari ini, suara kita menentukan masa depan Sitaro,” kata dia kepada tetangganya.

Di TPS, suasana ramai namun tertib. Petugas KPPS menyambut setiap pemilih dengan ramah, memastikan mereka memahami prosedur sebelum masuk ke bilik suara.

Setelah mengantri beberapa saat, tibalah giliran Erick. Dengan penuh hati-hati, ia mencoblos kertas suara, lalu melipatnya dan memasukkannya ke kotak. Saat jarinya dicelupkan ke tinta ungu, ia merasakan kebanggaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Saya hanya seorang petani kecil, tapi hari ini suara saya sama berharganya dengan siapa pun,” ujarnya sambil melangkah keluar TPS.

Di luar TPS, Kapolsek Siau Timur, IPTU Harli E. Buida, memantau situasi. Dengan 31 personelnya yang berjaga di berbagai titik, ia memastikan tidak ada gangguan.

keamanan. “Sampai sekarang, semua berjalan sangat kondusif. Warga kita benar-benar luar biasa,” katanya saat berbicara dengan wartawan.

Ketika jam menunjukkan pukul 13.00 WITA, TPS resmi ditutup. Suara-suara di bilik telah selesai disampaikan, dan kini giliran petugas menghitung hasilnya. Dari samping bangsal TPS, Erick menatap langit sore. Ia merasa lega dan bangga telah melakukan bagiannya.

“Apapun hasilnya nanti, yang penting kita sudah bersuara. Ini demokrasi, ini hak kita,” katanya sambil tersenyum. Di bawah langit Siau Timur yang mulai memerah, harapan untuk masa depan yang lebih baik tetap menyala di hati setiap warganya.

Artikel ini telah dibaca 1,382 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

SPPG Siau Timur Kembali Disorot, MBG Hanya Berupa Buah dan Makanan Ringan

30 Januari 2026 - 12:39 WITA

Lagi, Vionita Kuera Salurkan Bantuan Tunai untuk Keluarga yang Berduka di Sitaro

28 Januari 2026 - 17:02 WITA

Vionita Kuera Wakili DPRD Sulut Serahkan Bantuan kepada Keluarga Berduka di Siau Timur

27 Januari 2026 - 20:45 WITA

Trending di Sitaro
error: Content is protected !!