Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 15 Des 2025 22:23 WITA ·

Bupati Rote Ndao, Pelestarian Budaya Sasando Sebagai Simbol Harmoni dan Warisan


Bupati Rote Ndao, Pelestarian Budaya Sasando Sebagai Simbol Harmoni dan Warisan Perbesar

Roote Ndao, Sulutnews.com – Hari ini Senin 15 Desember 2025 Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melanjutkan kegiatan dengan berkunjung dan berbincang santai bersama pengrajin tradisional sekaligus pemain alat musik Sasando, Jitron Pah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam pertemuan ini menjadi pengingat yang kuat akan nilai budaya dan identitas yang melekat pada masyarakat Rote Ndao, serta menunjukkan komitmen pemimpin daerah dalam menjaga warisan tersebut.

Sasando, alat musik khas yang telah ada selama berabad-abad di Rote Ndao, membawa makna yang jauh melampaui sekadar suara. Dalam percakapan santai tersebut, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa dari Sasando, kita belajar bahwa perbedaan senar dan dawai – ketika disatukan dengan teliti dan penuh rasa cinta – justru melahirkan harmoni yang indah. Setiap getaran senar yang dipetik tidak hanya menghasilkan nada yang merdu, tetapi juga menceritakan cerita sejarah, kepercayaan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal. “Sasando bukan hanya alat musik,” ungkap Bupati, “tetapi simbol harmoni yang mempersatukan berbagai lapisan masyarakat, sekaligus kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda penerus Rote Ndao.”

Pelestarian budaya menjadi bagian penting agar kemajuan pembangunan daerah tetap sejalan dengan jati diri dan kearifan lokal. Menurut Bupati, kita tidak boleh membiarkan kemajuan teknologi dan infrastruktur menghapus jejak budaya yang telah melestarikan masyarakat selama berabad-abad. “Pembangunan Rote Ndao tidak hanya tentang pemerintahan yang tertib dan taat hukum,” tegasnya, “tetapi juga tentang menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan membanggakan. Hanya dengan demikian, daerah ini akan memiliki ciri khas yang unik dan menjadi sumber kebanggaan bagi seluruh warganya.”

Pertemuan Bupati dengan Jitron Pah juga diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak warga, terutama generasi muda, untuk lebih tertarik mempelajari dan melestarikan Sasando serta budaya Rote Ndao lainnya.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 942 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional