Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sangihe · 6 Mar 2023 10:17 WITA ·

Bupati Buka Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Serahkan Bantuan


Bupati Buka Kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Serahkan Bantuan Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Untuk menunjang pertanian di Kabupaten Kepulauan Sangihe, terobosan baru dilakukan oleh Penjabat Bupati Rinny Silangen Tamuntuan (RST), dalam memenuhi ketersediaan pupuk bagi petani.

Bertempat di Kampung Utaurano Kecamatan Tabukan Utara (Tabut), tim Balai Penyuluhan Pertanian Mala dan Tarolang, menggelar pelatihan Pembuatan pupuk organik cair (POC, Ecoenzim, Biosaka) Senin, (6/03).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati, diikuti para ketua-ketua Kelompok Tani di wilayah Tabut, dihariri oleh Camat Tabut, Para Kapitalaung dan Narasumber.

Dihadapan mereka, Bupati menyampaikan bahwa terobosan pelatihan pembuatan Pupuk organik cair tersebut, dalam rangka menjawab kebutuhan petani akan pupuk, disementara pupuk cukup sulit di peroleh, kalaupun ada dengan harga yang cukup mahal.

“Ini bagian upaya kami melatih petani untuk memproduksi POC secara mandiri, dengan memanfaatkan limbah dan sampah, sehingga kedepannya petani kita, tidak lagi bergantung pada pupuk konvensional” tutur Tamuntuan.

Ia menjelaskan, pembuatan POC merupakan produk rumahan yang ramah lingkungan tanpa zat kimia, hal terseput sejalan dengan upaya pemerintah untuk program go green. Maka upaya tersebut harus didukung penuh oleh masyarakat petani dengan menggunakan pupuk non bahan kimia.

Lanjut Bupati, lewat program “Mahiĕ Mesuang” kiranya mampu mendongkrak minat masyarakat untuk bercocok tanam, memanfaatkan lahan tidur, sehingga setiap warga Sangihe minimal memiliki upaya dalam menyediakan kebutuhan pangan secara mandiri.

“Mahiĕ Mesuang, adalah program sejalan dengan kepentingan pelatihan pembuatan pupuk organik ini, dimana output-nya adalah masing-masih warga bisa memproduksi pupuk secara mandiri dan potensi pertanian secara individu bergeliat. Tentunya jika itu dilakukan secara menyeluruh maka warga Sangihe akan mandiri pangan, tidak lagi bergantung suplai pangan dari wilayah Manado dan sekitarnya. Juga ini akan bernilai ekonomis bagi warga” terang Tamuntuan.

Usai menyampaikan sambutannya, Bupati menyempatkan diri melihat proses pembuatan pupuk organik.

Setelah itu, Bupati menuju Kelurahan Tidore Kecamatan Tahuna Timur, untuk menyerahkan bantuan pangan dan logistik pasca bencana bulan Januari lalu.

Tercatat ada 59 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan berkumpul di Kantor Lurah.

Bupati menjelaskan bantuan tersebut merupakan kepedulian Pemerintahan ODSK (Olly Dondokambey dan Steven Kandouw) yang berupaya memfasilitasi Pemerintah Sangihe bertemu dengan BNPB di Manado belum lama ini.

Dari hasil pertemuan tersebut, Sangihe mendapat bantuan berupa 250 juta untuk logistik dan 500 juta untuk operasional, dimana Pemkab Sangihe menggandeng TNI/Polri untuk melakukan pembersihan pasca bencana, baik di Laine, Kaluwatu Kecamatan Manganitu Selatan, Dagho Kecamatan Tamako maupun di wilayah Tahuna.

Bupati pun menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat Kelurahan Tidore terdampak bencana. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

Baca Lainnya

Siap-siap 12 Hari Internet dan Jaringan Telekomunikasi Terganggu

23 Juli 2026 - 19:11 WITA

Bupati Sangihe Buka Bimtek Pembelajaran Mendalam, Perkuat Peningkatan Mutu Pendidikan

22 Juli 2026 - 23:59 WITA

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Sangihe, Warga Diminta Mengungsi ke Lokasi Aman

22 Juli 2026 - 21:52 WITA

Kominfo Sangihe Imbau Admin Grup Facebook Tolak Postingan dari Akun Palsu dan Anonim

22 Juli 2026 - 10:20 WITA

Kominfo Sangihe Petakan 43 Titik Blank Spot dan Low Signal, Masyarakat Diajak Aktif Laporkan Kondisi Jaringan

21 Juli 2026 - 08:23 WITA

Indonesia–Mindanao Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Dukung Pembukaan Kembali Rute Davao–Manado

20 Juli 2026 - 23:23 WITA

Trending di Internasional