Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bolmut · 7 Jul 2025 10:17 WITA ·

BRICS 2025 Disatukan Oleh Standar Global


BRICS 2025 Disatukan Oleh Standar Global Perbesar

Foto : Presiden Prabowo dan sembilan pemimpin negara lainnya sambil bergandengan tangan.

Bolmong Utara, Sulutnews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar pada Minggu, 6 Juli 2025, di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil.

Kehadiran Presiden Prabowo pada KTT yang mengusung tema “Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance” atau “Memperkuat Kerjasama Negara-Negara di Dunia Untuk Tata Kelola yang Lebih Inklusif & Berkelanjutan.”

Foto : Presiden RI Prabowo Subianto dengan staf sekretaris presiden Teddy Indra Wijaya.

Ini menjadi salah satu langkah penting yang diambil Presiden Prabowo dalam menghadapi tantangan geopolitik dan geostrategis global.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva selaku sahibulbait menyampaikan pidato pembukanya, menyebut satu per satu para pemimpin negara yang hadir, dan Prabowo mendapat ucapan khusus.

“Saya hendak menyampaikan ucapan selamat datang khususnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Konferensi BRICS sebagai anggota penuh,” ujar Presiden Lula.

Foto : Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.

Sebelumnya, Lula menyapa jajaran pemimpin negara yakni Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Rusia Vladimir Putin yang berpartisipasi secara virtual, Presiden Afrika Selatan Ciryl Ramaposa, Perdana Menteri China Li Qiang, kemudian Prabowo, dilanjut Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, Perdana Menteri Mesir Mustafa Madbouly, Putera Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohamed bin Zayed, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci.

BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa) adalah organisasi antarpemerintah yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Awalnya dibentuk untuk menyoroti peluang investasi, organisasi ini berkembang menjadi sebuah blok geopolitik, dengan pemerintah mereka bertemu setiap tahunnya dalam sebuah KTT formal dan mengoordinasikan kebijakan multilateral sejak 2009.

Hubungan bilateral di antara BRICS dilakukan khususnya berdasarkan pada prinsip non-intervensi, kesetaraan, dan saling menguntungkan.

Foto : Negara peserta KTT sedang membahas agenda sidang.

Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS[18] (Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) pada tanggal 6 Januari 2025.

Keputusan ini menandai babak baru dalam peran strategis Indonesia di kancah internasional.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota aktif forum global seperti G20 dan ASEAN, Indonesia diakui memiliki potensi besar untuk memperkuat pengaruh dan kontribusi BRICS dalam membentuk tatanan dunia yang lebih inklusif dan berimbang.

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS membuka peluang besar dalam meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, teknologi, energi, serta penanganan tantangan global seperti ketimpangan ekonomi dan perubahan iklim.

Sebagai anggota baru, Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan antara BRICS dan kawasan Asia-Pasifik, memperluas cakupan pengaruh organisasi ini secara geopolitik dan geoekonomi. *** GG

Artikel ini telah dibaca 1,461 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penutupan Pendidikan & Pelatihan BCKS Telah Berakhir Siap Menjadi Calon Kepala Sekolah Berkompeten

17 April 2026 - 17:00 WITA

Ketua Partai Gerindra Bolmong Utara Reba Ponto Berduka, Isterinya Meninggal Dunia

16 April 2026 - 20:19 WITA

Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026

15 April 2026 - 23:22 WITA

Legislator Dewi Sandra Astuti Melaksanakan Doa Syukur Menempati Rumah Baru

10 April 2026 - 20:48 WITA

Mengapa RUU Masyarakat Adat Ditunda Terus Menerus ?

10 April 2026 - 10:07 WITA

Sakralnya Ijab Kabul Dalam Pernikahan Disaksikan Allah & RasulNya Serta Malaikat

9 April 2026 - 15:13 WITA

Trending di Bolmut