Tahuna, Sulutnews.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 melalui penandatanganan komitmen bersama yang berlangsung di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menyukseskan pendataan ekonomi yang telah dimulai sejak 1 Mei 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Sensus Ekonomi dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai upaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dunia usaha.

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, mengatakan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat kecamatan dan kampung, pelaku usaha hingga masyarakat.
Menurutnya, data yang dikumpulkan bukan sekadar angka statistik, melainkan menjadi dasar penting dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
“Melalui pencanangan dan penandatanganan komitmen bersama ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, jujur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran bagi pembangunan daerah,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi akan memotret struktur, karakteristik, serta potensi usaha yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Hasil pendataan nantinya akan menjadi referensi pemerintah dalam menyusun program pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

Eko juga berharap seluruh petugas sensus dapat menjalankan tugasnya secara profesional dengan tetap mengedepankan integritas, sehingga kualitas data yang dihasilkan benar-benar dapat dipercaya dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
“Kami optimistis dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe serta partisipasi masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi daerah secara utuh,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menyampaikan apresiasi kepada BPS yang terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menyediakan data statistik yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan data yang valid agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah kepulauan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Berikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus karena data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe ke depan,” kata Thungari.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan sensus. Dukungan tersebut tidak hanya melalui koordinasi lintas perangkat daerah, tetapi juga dengan mengajak pemerintah kecamatan dan kampung ikut membantu kelancaran pendataan di lapangan.

Bupati berharap hasil Sensus Ekonomi mampu memberikan gambaran nyata mengenai potensi ekonomi di setiap wilayah sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, menegaskan bahwa data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat yang terdata akan memiliki ruang dalam proses penyusunan kebijakan pemerintah sekaligus tidak terlewatkan dalam berbagai program intervensi pembangunan.
Amalia juga menekankan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, partisipasi seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan kolaborasi antara BPS, pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas sensus, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas. Data tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam perencanaan pembangunan, pengembangan investasi, peningkatan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif hingga ke wilayah perbatasan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Andy Gansalangi)





