Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 17 Nov 2025 21:26 WITA ·

BPP PIKAT Gelar FGD Kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan


BPP PIKAT Gelar FGD Kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Perbesar

Manado, Sulutnews.com – Badan Pimpinan Pusat (BPP) Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) tampil terdepan mengkampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) yang merupakan agenda internasional.

Kampanye itu diawali dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang merefleksikan nilai-nilai perjuangan kemanusiaan dan martabat perempuan pahlawan nasional Maria Walanda Maramis yang adalah pendiri PIKAT serta kepedulian PIKAT terhadap upaya mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

FGD secara khusus diikuti oleh para rohaniwan dan pemimpin umat Kristen yang sebagian besar adalah perempuan.

“PIKAT tampil terdepan melakukan terobosan dengan mengkampenyakan gerakan anti kekerasan terhadap perempuan. PIKAT sangat peduli dengan masalah-masalah yang dialami kaum perempuan dan anak serta peduli dengan pemberdayaan perempuan,”kata Ketua Umum BPP PIKAT, Novia Lambey, SS., pada acara FGD di Asrama PIKAT Manado, Senin (17/11).

Sementara itu, Pengurus BPP PIKAT Bidang Organisasi dan Pengkaderan BPP PIKAT yang juga mantan Sekjen Komnas Perempuan RI Pdt. Heemlyvaartie Danes, S.Th mengatakan, PIKAT berupaya untuk membuat terobosan baru dengan melibatkan mitra kerja para rohaniwan agar bersama-sama mengkampanyekan gerakan hari anti kekerasan terhadap perempuan.

“Para rohaniwan memiliki peran strategis untuk mengatasi aksi-aksi kekerasan baik di dalam rumah maupun di ranah publik,”tambah mantan Kepala Biro Wanita Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Diharapkan dalam FGD ini para peserta dapat memiliki pengetahuan mendalam tentang perjuangan Maria Walanda Maramis dan kesejarahan PIKAT.

Selanjutkan peserta yang adalah pimpinan umat dapat mensosialisasikan momen peringatan global Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Ke depan nantinya, lanjutnya, para peserta FGD akan menjadi “duta” PIKAT serta menjadi “penjembatan suara “kepada jemaat terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kami berharap peserta yang adalah tokoh agama mampu mengintegrasikan pengenalan ketokohan dan perjuangan Ibu Maria Walanda Maramis serta tema 16 Kampanye 16 HAKtP dalam khotbahnya pada rentang waktu 25 November – 10 Desember 2025,”tambahnya.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,119 kali

Baca Lainnya

Ibadah Sabat Gereja Advent Yerusalem Malendeng : Empat Tantangan Mendesak Mengancam Pembentukan Karakter Pemuda Zaman Now

25 Juli 2026 - 14:08 WITA

Kepala BPMP, Febry Dien : Kemendikdasmen Lakukan Seleksi Calon Kepala Sekolah Nasional Terintegrasi, Enam Kepsek Bersaing

24 Juli 2026 - 14:16 WITA

Asisten II Jemmy Ringkuangan: Pemprov Sulut Terbuka untuk Investasi yang Bertanggung Jawab, Patuh Aturan, dan Ramah Lingkungan

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Dinas Pendidikan Kotamobagu dan Sejumlah Kepsek SMP Negeri Lakukan Studi Tiru di SMP Negeri 1 Manado

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Sekot Edwin Roring Mewakili Walikota Tomohon Buka Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Anak Berhadapan dengan Hukum

23 Juli 2026 - 21:33 WITA

HUT ke 18, Angelia Wenas Ajak Masyarakat Bangun Kebersamaan Untuk Boltim Yang Lebih Baik

23 Juli 2026 - 21:25 WITA

Trending di Manado