Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

advent · 22 Agu 2026 19:11 WITA ·

Bakti Wanita Advent Dorong Aksi Kepedulian untuk Akhiri Kekerasan dan Hadirkan Harapan di Tengah Penderitaan


Bakti Wanita Advent Dorong Aksi Kepedulian untuk Akhiri Kekerasan dan Hadirkan Harapan di Tengah Penderitaan Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Ibadah Perayaan Sabat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Jemaat Yerusalem Malendeng mengikuti sebuah seruan kuat untuk bertindak mengahiri kekerasan dan menghadirkan harapan di tengah penderitaan yang diluncurkan dari sebuah Renungan inspiratif berjudul “Moved With Compassion” yang yang ditulis Karen Holford seorang penulis dan pendidik yang dikenal karena kepeduliannya terhadap isu-isu keluarga dan kesejahteraan anak, General Conference Women’s Ministries (GCWM).

Kotbah Sabat 22 Agustus 2026 dibawakan oleh Mem Englin Supit, didampingi sepenuhnya oleh Bakti Wanita Advent (BWA) yang tampil cantik mengenakan pakaian Kebaya, memadukan keanggunan budaya Nusantara dengan nuansa ibadah yang khidmat, rapi, dan sopan.

 

Mengawali kotbah Mem Englin Supit mengajak setiap individu dan komunitas untuk menjadi agen perubahan yang membawa penghiburan dan harapan bagi mereka yang menderita.

“Kepedulian adalah respons aktif terhadap penderitaan orang lain, yang bertujuan untuk meringankan kesedihan dan membawa sukacita, kedamaian, serta rasa syukur. Kepedulian adalah kebalikan dari kekerasan dan pelecehan. Ketika para pengikut Kristus memilih untuk menunjukkan kepedulian, mereka mendemonstrasikan kasih dan kebaikan Tuhan secara nyata” ucapnya.

Yesus Kristus Sebagai Teladan Utama

Mem Englin menggarisbawahi bahwa Yesus Kristus adalah model kepedulian yang sempurna. Kitab Matius 9:36 mencatat bahwa Yesus “tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan” saat melihat orang banyak yang “lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Sepanjang pelayanan-Nya, Yesus menunjukkan kepedulian dengan menyembuhkan orang sakit, menghibur yang berduka, dan mengampuni orang berdosa. Kisah tentang perempuan di sumur dan perempuan yang kedapatan berzinah menunjukkan bagaimana kepedulian Yesus mengubah hidup dan memulihkan martabat mereka.

 

Pelajaran dari Kisah Orang Samaria yang Baik Hati

Lebih lanjut Mem Englin Supit menguraikan Kisah Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25-37) menjadi fondasi utama dalam pesan ini. Orang Samaria dalam perumpamaan itu mengajarkan kita bahwa:

  • Kita bertanggung jawab untuk menolong siapa pun yang menderita, tanpa memandang ras, budaya, atau latar belakang.
  • Pertolongan harus segera diberikan untuk mengurangi penderitaan korban.
  • Kita harus mendengarkan dan memahami kebutuhan spesifik dari orang yang kita tolong.
  • Setiap tindakan kecil berarti. Sepotong roti, seteguk air, atau plester luka dapat membawa penghiburan besar bagi mereka yang terluka.
  • Kita tidak perlu menyelesaikan semua masalah sendirian. Sama seperti Orang Samaria yang menitipkan korban di penginapan, kita juga dapat membantu menghubungkan mereka dengan bantuan profesional yang lebih sesuai.

Dampak Nyata dari Tindakan Kecil

Mem Englin juga memaparkan penelitian yang menunjukkan dampak besar dari tindakan kepedulian. Sebuah studi terhadap konsultan onkologi menemukan bahwa satu kalimat penuh empati yang diucapkan kepada pasien kanker dapat secara radikal meningkatkan harapan, kepatuhan terhadap pengobatan, dan bahkan mengurangi biaya perawatan hingga ribuan dolar. Penelitian dari Harvard Business Review juga menunjukkan bahwa pemimpin yang penuh belas kasih lebih bahagia, tidak mudah kelelahan, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka.

Ajakan untuk Bertindak: Menjadi Gereja yang Paling Penuh Kasih

Sebagai tantangan, renungan ini mengajak setiap gereja untuk berefleksi: “Apakah gereja Anda dikenal sebagai tempat yang menghakimi atau tempat yang penuh kasih?” Sebuah tantangan diajukan untuk membayangkan jika ada penghargaan untuk gereja paling penuh kasih di kota. Apakah gereja kita akan memenangkannya? Untuk itu, setiap anggota didorong untuk secara pribadi berkontribusi meningkatkan “skor kepedulian” gereja mereka.

Langkah Praktis Menumbuhkan Kepedulian

Untuk menjadi pribadi yang lebih penuh kasih, renungan ini memberikan langkah-langkah praktis:

  1. Biarkan Tuhan Menghibur Anda Terlebih Dahulu. Terimalah penghiburan dari Tuhan melalui doa dan firman-Nya (2 Korintus 1:3-4) agar Anda dapat menghibur orang lain.
  2. Isi Ulang Hati Anda dengan Kasih Tuhan. Seperti balon yang dikempiskan, kita perlu terus-menerus diisi dengan kasih Tuhan melalui perenungan firman-Nya (Mazmur 23, 103, 145; 1 Korintus 13).
  3. Bersikap Penuh Kasih pada Diri Sendiri. Kasihi diri sendiri sebagaimana Anda mengasihi sesama, dengan berbicara lembut dan memperlakukan diri dengan kebaikan.
  4. Praktikkan Tujuh Prinsip Kepedulian:
    • Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan.
    • Dengarkan dengan saksama cerita dan penderitaan mereka.
    • Pikirkan secara mendalam perasaan dan pengalaman orang lain.
    • Bersikaplah murah hati dan memberi lebih dari yang Anda terima.
    • Tanyakan bagaimana Anda dapat menjadi berkat terbesar dalam situasi tersebut.
    • Bantu orang lain menjalani kehidupan terbaik mereka dengan memanfaatkan kekuatan mereka.
    • Tunjukkan bahwa peduli pada orang lain juga membawa sukacita bagi diri sendiri.

“Kami percaya bahwa kepedulian adalah bahasa universal kasih Allah. Melalui tindakan kecil, kita dapat membawa perubahan besar bagi mereka yang terluka,” ujar Mem Englin.

“Moved With Compassion adalah lebih dari sekadar renungan, ini adalah seruan untuk bertindak. Dengan memilih untuk menunjukkan kepedulian, kita dapat secara efektif melawan dampak buruk kekerasan dan pelecehan, membangun komunitas yang lebih aman dan penuh kasih, serta menjadi saksi hidup dari kasih Allah” tutupnya.(Merson)

Artikel ini telah dibaca 2,667 kali

Baca Lainnya

DPRD Sulut Gelar Ibadah Oikumene, Gembala Teddy: Kita Harus Mengampuni

13 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Antisipasi Berakhirnya Penlok, DPRD Sulut Tekan Balai Wilayah Sungai Percepat Proses Administras

13 Oktober 2026 - 19:39 WITA

Tetapkan Rencana Kerja Tahun 2027, DPRD Sulut Gelar Paripurna

13 Oktober 2026 - 19:31 WITA

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas X Tahun 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Wabup TB Hadiri Rakor Pengawasan GWPP Bersama Komisi II DPR RI di Manado

13 Oktober 2026 - 19:17 WITA

Desak Percepatan Ganti Rugi, Warga Malendeng Temui DPRD

13 Oktober 2026 - 19:12 WITA

Trending di Manado