Kendari, Sulutnews.com – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.IK., M.H, memimpin Apel Gelar Pasukan dan Penanganan Peralatan Karhutla dalam rangka mengantisipasi serta memperkuat kesiapsiagaan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sultra.
Apel yang digelar di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra tersebut melibatkan sekitar 631 Personel.
Kegiatan ini menjadi langkah kesiapsiagaan Polda Sultra dalam menghadapi potensi Karhutla yang dapat terjadi di sejumlah Wilayah.
Berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sultra, terdapat 7 (Tujuh) titik yang berpotensi mengalami Karhutla dan tersebar di beberapa wilayah Kabupaten antara lain 3 (Tiga) titik berada di Kabupaten Bombana, 1 (Satu) titik berada di Kabupaten Konawe Utara dan 3 titik berada Kabupaten Konawe Selatan.
Pemetaan wilayah rawan ini menjadi salah satu dasar bagi Kepolisian dalam meningkatkan Patroli, Pemantauan dan Deteksi Dini terhadap potensi terjadinya kebakaran.
Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.IK., M.H, menekankan pentingnya kesiapan Personel dan Peralatan dalam menghadapi potensi Karhutla.
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini sehingga apabila ditemukan titik Api, Petugas dapat segera melakukan penanganan.
“Yang paling utama adalah Pencegahan dan Deteksi Dini. Ketika ditemukan titik Api, harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang dan meluas,” tegas Himawan.
Dalam apel tersebut, Kapolda Sultra mengecek kesiapan berbagai Peralatan yang akan digunakan dalam penanganan Karhutla.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan Sarana pendukung berada dalam kondisi siap operasional ketika dibutuhkan di lapangan.
Selain kesiapan Peralatan, sebanyak sekitar 631 Personel yang terlibat juga dipersiapkan untuk mendukung langkah pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Sulawesi Tenggara.
Himawan meminta seluruh jajaran meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, BPBD, BMKG, Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, Basarnas, Instansi terkait, Dunia Usaha dan Masyarakat.
Sinergi antarpihak dinilai penting karena penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan terpadu.
“Semua unsur harus bergerak bersama. Jangan menunggu Api membesar baru dilakukan penanganan. Pencegahan, Patroli dan Deteksi Dini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Polda Sultra menghimbau Masyarakat agar tidak melakukan pembakaran Lahan secara sembarangan.
“Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran,” himbaunya.
Dengan pemetaan wilayah rawan, kesiapan 631 Personel serta dukungan Sarana dan Prasarana penanganan Karhutla, Polda Sultra memastikan langkah antisipasi terus diperkuat untuk mencegah Karhutla meluas serta menimbulkan dampak terhadap Masyarakat dan Lingkungan.





