Menu

Mode Gelap
Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek! Merah Putih Shooting Competition Digelar, Gubernur Optimistis Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

Sangihe · 4 Jan 2026 17:16 WITA ·

Akademisi Dorong Seleksi Ketat Calon Kades Jelang Pilkades Serentak 2026


Akademisi Dorong Seleksi Ketat Calon Kades Jelang Pilkades Serentak 2026 Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe, wacana peningkatan kualitas seleksi calon kepala desa kembali mengemuka. Kalangan akademisi menilai, sudah saatnya proses Pilkades tidak hanya berorientasi pada popularitas dan ambisi politik semata, melainkan didahului dengan serangkaian tes ketat untuk menjaring pemimpin desa yang benar-benar berkualitas.

Pandangan tersebut disampaikan oleh akademisi Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar) Prof Frans G. Ijong, yang menilai bahwa kepala desa memegang peran strategis sebagai ujung tombak pemerintahan sekaligus penentu arah pembangunan desa. Karena itu, menurutnya, proses penjaringan calon kepala desa perlu dirancang lebih selektif dan profesional.

“Desa adalah embrio sebuah negara. Jika desa dipimpin oleh sosok yang tidak memiliki kapasitas, maka pembangunan dari bawah akan rapuh. Kepala desa harus menjadi teladan, bukan sekadar figur yang mengejar jabatan,” ujar Ijong.

Usulan Tahapan Seleksi Calon Kades

Ijong mengusulkan agar tahapan Pilkades dimulai dari seleksi administrasi yang ketat, kemudian dilanjutkan dengan berbagai bentuk pengujian kompetensi. Tes tersebut antara lain meliputi kemampuan akademik dasar, manajemen pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, hingga kemampuan komunikasi publik atau public speaking.

Menurutnya, kepala desa dituntut mampu menyampaikan visi dan kebijakan secara jelas kepada masyarakat, serta menjembatani kepentingan warga dengan pemerintah di atasnya. Oleh sebab itu, kemampuan berkomunikasi tidak boleh diabaikan.

Tak kalah penting, lanjut Ijong, adalah pelaksanaan tes kesehatan mental dan integritas, termasuk uji kejujuran. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa calon kepala desa memiliki mental kepemimpinan yang kuat, berorientasi pada pelayanan, serta memiliki komitmen antikorupsi.

“Jangan sampai yang terpilih hanya bermodalkan ambisi dan dukungan sesaat, tetapi tidak siap secara mental dan moral. Kepala desa harus bermental melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemimpin desa harus memiliki moralitas yang lebih tinggi dari masyarakat yang dipimpinnya, tidak mudah marah ataupun membangun permusuhan dengan warga, tidak gemar mabuk-mabukan, serta mampu menjadi teladan. Menurutnya, seorang pemimpin sejatinya harus menjadi tuntunan bagi masyarakat, bukan malahan jadi tontonan karena perilaku-perilaku negatif.

Desa sebagai Pondasi Negara

Dalam pandangan Ijong, desa merupakan fondasi utama sebuah negara. Bahkan desa adalah miniatur negara, sehingga kapasitas dan kredibilitas seorang kepala desa menjadi salah satu point yang perlu mendapat perhatian dari setiap pemangku kepentingan bahkan masyarakat pada umumnya. Keberhasilan pembangunan nasional, menurutnya, sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan desa. Kepala desa bukan hanya administrator, tetapi juga pemimpin sosial yang berperan menjaga harmoni, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta memastikan pembangunan berjalan adil dan berkelanjutan.

Karena itu, seorang kepala desa harus mampu menjabarkan visi besar pembangunan, baik dalam konteks desa maupun sebagai bagian dari pembangunan nasional. Selain itu, penguasaan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan desa menjadi syarat mutlak, mengingat besarnya anggaran yang kini dikelola desa.

“Dana desa yang digelontorkan pemerintah nilainya mencapai miliaran rupiah. Dengan anggaran sebesar itu, tidak cukup lagi jika persyaratan calon kepala desa hanya seperti dulu-dulu,” kata Ijong.

Meminimalisir Korupsi dan Nepotisme

Ijong juga menyoroti berbagai persoalan yang kerap muncul dalam kepemimpinan desa, mulai dari penyalahgunaan wewenang, korupsi, hingga praktik nepotisme dan kolusi. Menurutnya, banyak kegagalan kepala desa bermula dari perilaku yang tidak bertanggung jawab dan lemahnya integritas sejak awal menjabat.

Namun demikian, ia menilai persoalan tersebut sebenarnya dapat diminimalisir jika proses penjaringan calon kepala desa dilakukan secara ketat dan objektif. Seleksi yang melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi, praktisi, dan unsur pemerintah, diyakini mampu menghasilkan calon kepala desa yang unggul dan berintegritas.

“Tantangan menjadi kepala desa saat ini sangat berat. Karena itu solusinya adalah seleksi yang berkualitas, melibatkan berbagai unsur, agar yang terpilih benar-benar siap memimpin dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Dengan Pilkades serentak 2026 yang semakin dekat, gagasan seleksi ketat calon kepala desa ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, demi menghadirkan pemimpin desa yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa desa menuju kemajuan yang berkelanjutan.
(Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,735 kali

Baca Lainnya

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 21:30 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 20:44 WITA

Proyek SPAM Bungawalang Rp12 Miliar Siap Atasi Krisis Air Bersih di Tahuna

20 Januari 2026 - 19:00 WITA

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Bantuan CSR Pemprov NTT Dorong Pembangunan Gedung Ibadah di Rote Ndao

19 Januari 2026 - 12:56 WITA

Tidak Mau Masyarakat NTT Susah Usman Husen Bersuara Nyaring Demi Ekonomi NTT lewat Anakan Kopi

16 Januari 2026 - 07:16 WITA

Trending di Aceh
error: Content is protected !!