Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Health · 5 Jan 2023 20:42 WITA ·

Abaikan K3 dan Tidak Komprehensif, PT GNI di Morowali Dianggap Lemah


Abaikan K3 dan Tidak Komprehensif, PT GNI di Morowali Dianggap Lemah Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com– Anggota Komisi VII DPR RI Nurhasan Zaidi mengatakan seharusnya pengelolaan dan pemurnian (smelter) nikel yang dimiliki PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), yang merupakan perusahaan besar, masuk dalam proyek strategis nasional dan sudah seharusnya menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

“Namun pada kenyataannya penerapan K3 di perusahaan ini sangat lemah. padahal seperti diketahui, PT GNI yang merupakan Pabrik Pengelolaan dan Pemurnian (smelter) nikel merupakan proyek besar yang bernilai Rp27 triliun.

“Saya melihat proyek PT GNI yang sudah berjalan tiga tahun seharusnya progresnya sudah lebih rapi dan cepat, terutama terkait persoalan K3 yang lemah sehingga mengakibatkan adanya insiden hingga  merenggut nyawa dua pegawainya.

Oleh sebab itu sudah seharusnya proyek industri dengan nilai triliunan bisa lebih baik lagi kedepannya,” demikian diungkapkannya usai melakukan peninjauan lapangan ke Smelter II, PT GNI, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (4/1/2023).

Lanjut Politisi PKS menilai dari hasil pertemuan hari ini, antara Tim Kunjungan Komisi VII dan jajaran pihak GNI tidak komprehensif, seharusnya ia paparkan secara transparan apa yang terjadi seutuhnya dalam insiden kebakaran yang mengakibatkan adanya dua nyawa yang hilang. Dengan demikian diusulkan dalam pertemuan agar dibuatkan Panitia Kerja (Panja) agar bisa di lakukan pendalaman.

“Saya menilai paparan daripada pihak GNI  tidak terjawab secara komprehensif, untuk itu Komisi VII mengusulkan adanya Panitia Kerja (Panja) agar insiden yang terjadi pada Desember 2022 lalu, memiliki titik temu. Apa yang menjadi penyebab dari pada kebakaran tersebut,” jelasnya.

Ia pun menambahkan seharusnya  perusahaan yang sudah ditunjuk pemerintah sebagai proyek strategis nasional, dimana, pada hakikatnya kawasan industri yang di inginkan pemerintah, memiliki kawasan industri hijau dan juga penataan rapih. “Pada kenyataannya di sini tidak sesuai yang di inginkan pemerintah, sangat tidak layak seperti yang kita lihat hari ini, perlu adanya perbaikan,” sebutnya.

Sementara itu Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX ini mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dua pegawai yang menjadi korban pada insiden kebakaran, yaitu Nirwana Selle dan I Made Defri Hari Jonathan yang bekerja di bawah Departemen Smelter Produksi PT GNI Morowali Utara. (**/ARP)

Artikel ini telah dibaca 1,318 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

9 September 2026 - 18:46 WITA

Polres Palopo Bekali Pelajar MAN Palopo Cara Bijak Manfaatkan AI

9 September 2026 - 17:38 WITA

Persalinan Berujung Maut, Polres Torut Jerat BD dengan UU Kesehatan

9 September 2026 - 17:25 WITA

Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Satresnarkoba Polres Palopo Bekali Siswa SMAN 2

9 September 2026 - 16:36 WITA

Unhas dan UMI Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman

9 September 2026 - 15:56 WITA

Cegah Barang Bukti Disalahgunakan, Polres Palopo Hadiri Pemusnahan di Kejari

9 September 2026 - 12:48 WITA

Trending di Sulsel