Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Manado · 25 Feb 2025 23:42 WITA ·

Kemendikti Saintek Kurang Peduli Tukin, Puluhan Ribu Dosen Ancam Mogok Mengajar.


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO,Sulutnews.com – Merasa kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kemendikti Saintek yang mengabaikan nasib puluhan ribu Dosen dengan hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp.2,5 Triliun untuk pembayaran Tunjangan Kinerja (Tukin) menjadikan puluhan Dosen dari sejumlah Perguruan Tinggi di Sulut yang tergabung dalam Aliansi Dosen ASN Kemendikti Seluruh Indonesia (ADAKSI) Sulawesi Utara, diantaranya dari Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Manado, Politeknik Negeri Manado dan Politeknik Nusa Utara, Selasa (25/2/2025) menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPRD Sulut. mereka menyampaikan aspirasi menuntut wakil rakyat lewat Komisi IV untuk dapat menjembatani Aspirasi mereka yang mengharapkan Keadilan terkait rencana pengesahan Permen untuk alokasi Tunjangan Kinerja (Tukin).

Ketua Komisi IV DPRD Sulut Vonny Paat menandatangani spanduk dukungan

“Selama ini kami diam tanpa menuntut lebih serta hanya menjalankan kewajiban sebagai tenaga Pendidik, namun ketika ada kebijakan untuk memberikan penghargaan dengan membayarkan Tukin, sangat disayangkan justru sistim yang nantinya diberlakukan terkesan karena hanya 30 Ribu Dosen dari total 80 Ribu Dosen diseluruh Indonesia yang akan mendapatkan dana Tukin, ini harus cepat disikapi agar tidak terjadi mogok masal yang berdampak buruk bagi dunia Perguruan Tinggi,” tegas Boyke Rorimpandey Dosen UNSRAT dihadapan Pimpinan DPRD dan Personil Komisi IV DPRD Sulut. Selasa (25/2/2024) 

Foto bersama Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene bersama Pimpinan. Komisi IV dan para Dosen

Juga disampaikan Brave Sugiarto Dosen UNSRAT yang mengkritisi kebijakan pembagian klaster untuk penilaian Tukin yang seharusnya itu harus disama ratakan atau ada keadilan, mengingat Tukin adalah kebijakan dalam bentuk penghargaan yang menjadi hak seluruh dosen yang statusnya ASN.”Untuk mengantisipasi sebelum Permen yang akan ditetapkan dalam waktu dekat ini perlu ada upaya agar apa yang menjadi aspirasi kami dapat tersampaikan ke DPR- RI atau langsung ke Presiden agar keadilan dan pemerataan terkait pembayaran Tukin dapat sesuai harapan,” ungkap Sugiarto yang juga Korwil ADAKSI Sulut.

Sementara itu terkait adanya aspirasi puluhan Dosen dari berbagai PT di Sulut tersebut Wakil Ketua DPRD Sulut yang juga Koordinator Komisi IV Stela Marlina Runtuwene mengatakan akan menindak lanjuti aspirasi yang disampaikan agar wakil rakyat di DPR-RI bisa mengetahui persoalan yang dialami para Dosen yang ada di daerah.” Harusnya alokasi anggaran Tukin wajib diadakan setiap tahun karena ini adalah bagian dari bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian yang dilaksanakan oleh para Dosen,” kata Stella.

Juga Ketua Komisi IV DPRD Sulut Vonny Paat mengatakan, Tunjangan kinerja (Tukin) yang diharapkan oleh tenaga Pendidik (Dosen) sangat mendasar karena penghasilan yang diterima tidak lagi sesuai dengan biaya hidup.” Meski tidak ada wakil Rakyat di Komisi X dari Dapil Sulut, tapi dari Fraksi yang sama PDIP ada Bpk Once Mekel yang berdarah Manado, mudah-mudahan bisa menjembatani Aspirasi para Dosen yang telah disampaikan hari ini,” ungkap Paat.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulut, Priscilla Cindy Wurangian, menjelaskan inti yang menjadi kesimpulan berkaitan dengan TUKIN For All harusnya adalah TUKIN Full For All “Meski ada perbedaan persepsi yang sudah diklarifikasi tadi, tapi maksud dari aspirasi sudah tercantum dalam laporan ya g disampaikan dan kalau boleh mengusulkan yang menjadi tuntutan bukan hanya TUKIN For All, tapi TUKIN Full For All.”ungkap Cindy sambil menambahkan untuk rekomendasi DPRD Sulut akan dikonsultasikan ke Pimpinan untuk selanjutnya disampaikan ke DPR-RI bahkan kalau memungkinkan disampaikan ke Presiden.

Tukin full for all tidak hanya Rp 2,5 Triliun tetapi dapat menggunakan skema 3 yakni sebesar Rp 8,2 triliun  untuk diberlakukan pada PTN-BH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum), PTN BLU (Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum) Remunerasi, PTN BLU non Remunerasi, PTN Satker (Perguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja) dan LLDikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) yang dinilai tidak Tidak dibayarkannya sejak oktober 2024,

RDP yang juga dihadiri Wakil Ketua Komisi Luis Chram, ditutup dengan aksi tandatangan bersama oleh Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulut diantaranya Irene Golda Pinontoan, Julyeta Paula Runtuwene, Vionita Kuerah dan Piere Makisanti yang menanda tangani spanduk dukungan Tukin yang dibawa oleh para dosen.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,044 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepala BPMP Sulut Febry Dien Optimis Nilai Rata-Rata TKA SMA/SMK Sulut 2026 Lebih Baik Dari 2025, DPRD Sulut Akan Mengawasi

24 Oktober 2026 - 18:49 WITA

Pemilihan Calon Rektor Unsrat Periode 2026–2030 Digelar 18 Desember 2026, Pendaftaran Dibuka 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 17:14 WITA

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sektor Pendidikan di Sulut Terima Banyak Bantuan

23 Oktober 2026 - 23:47 WITA

28.902 Siswa Kelas XII di 409 SMA/SMK Sulut Siap Ikut TKA 26 Oktober–8 November 2026

23 Oktober 2026 - 14:02 WITA

Perdamaian Sengketa Pinjaman Rp10 Miliar Tuntas,Wenny Lumentut : Semua Sudah Clear

23 Oktober 2026 - 07:40 WITA

El Nino dan Kabut Asap Pengaruhi Pelayaran – KSOP Manado Imbau Kapal Waspada Selalu Pantau BMKG

22 Oktober 2026 - 19:47 WITA

Trending di Manado