Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Sitaro · 3 Nov 2023 13:22 WITA ·

Hubungan “Tatengkorang” dan Serangan Bajak Laut di Kampung Kanang


Hubungan “Tatengkorang” dan Serangan Bajak Laut di Kampung Kanang Perbesar

Kentongan (tatengkorang) yang dipakai sebagai alat komunikasi


Sitaro.Sulutnews – Sebelum adanya Handphone sebagai alat komunikasi masa kini, Zaman dahulu masyarakat Indonesia telah menggunakan berbagai alat komunikasi tradisional yang memungkinkan untuk menyampaikan pesan satu dengan yang lain dengan sifat yang sederhana walaupun dalam jarak yang jauh, Salah satunya adalah Kentongan ( Tatengkorang),

Nah, Kentongan ini pula yang dipakai Masyarakat Kampung Kanang sebagai alat komunikasi dan penanda adanya bahaya.

Konon dikala itu, wilayah Kampung Kanang dan sekitarnya sering mendapat serangan dari bajak laut mindanao.

Pj Kapitalau Kampung Kristiani Wati Sineri


“Kebiasaan membunyikan Tatengkorang yang dilakukan berulangkali ini mengakibatkan timbulnya ungkapan di tengah kehidupan masyarakat yang dalam bahasa daerah disebut “seng ni kaenang” Yang berarti sudah dimaklumi atau dimengerti,” Sebut Pj. Kapitalau Kampung Kanang, Kristiani Wati Sineri, mengutip Dokumen RPJMDes Kanang. Pada Senin, 27/10/2023 di Kantor Kampung Kanang.

“Untuk mempersingkat ungkapan “seng ni Kaenang” Maka oleh masyarakat mengubahnya menjadi “nikaenang”, selanjutnya menjadi ” Kanang” yang kini dinobatkan sebagai nama Kampung,” imbuh Sineri.

Sebelumnya, Kampung Kanang merupakan Anak Kampung dari Kampung Tatahadeng. Kemudian, Kampung Tatahadeng diubah statusnya menjadi Kelurahan Tatahadeng, sedangkan, Kampung Kanang pada Tahun 1906 resmi berdiri sebagai Kampung Definitif yang masuk dalam wilayah Kecamatan Siau Timur, Kab. Kepl. Sitaro, Provinsi Sulut.

Masih, menurut Dokumen RPMJDes Kampung Kanang, sejak Tahun 1906 sampai sekarang telah dipimpin oleh 19 Kapitalau (sebutan untuk kepala desa) yakni :
1. Dan Salindeho (1906 – 1910)
2. Joseb Gumabo (1910 – 1912)
3. Fredrik Gumabo (1912 – 1914)
4. Abram Muloke (1914 – 1928)
5. Adrianus Salindeho (1928 – 1937)
6. Gustaf Salindeho (1937 – 1939)
7. Fansi Bawole (1939 – 1940)
8. Niklas Lagoma (1940 – 1950)
9. Theopilus Manginsoa (1950 – 1952)
10. A.Z. Makienggung (1952 – 1975)
11. Flaas Gordon (1975 – 1982)
12. A. B. Kalangit (1982 – 1983)
13. Ris Himber (1983 – 1990)
14. Drs. Jhon Madea (1990 – 1991) PJS
Camat Siau Timur
15. Just Kansil (1991 – 2000)
16. Suspender Hadinda (2000 – 2005)
17. Suspender Hadinda (2005 – 2011)
18. Rudison Katiandagho (2011 – 2017)
19. Sharifudin (2017) PJS Camat Siau Timur
20. Dorfien Tualage (2017 – 2023)
21. Kristiani Wati Sineri (2023-2005) PJS
DinKes Puskesmas Ulu Siau.

Artikel ini telah dibaca 1,218 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

RDP DPRD dan Pemda Sitaro, ART: Pala Siau Berkualitas Terbaik di Dunia Harus Dijaga

23 Mei 2026 - 12:01 WITA

DPRD Tegas Tolak Kehadiran Alfamart dan Indomaret di Sitaro

23 Mei 2026 - 09:09 WITA

DPRD Sitaro Tetapkan Alfrets Ronald Takarendehang Sebagai Plt Ketua DPRD

21 Mei 2026 - 13:59 WITA

Barcelona Satu Angkut 24 Karung Pala, Irwan : Jangan Jadikan Siau Tempat “Cuci Pala”

21 Mei 2026 - 05:46 WITA

Pala dari Luar Masuk Siau, Nama Besar Pala Siau Dipertaruhkan

21 Mei 2026 - 04:50 WITA

Program Khusus MBG Siau Timur Selatan, Soni Maringka: 21 Relawan Dapat Beras Rutin

11 Mei 2026 - 13:59 WITA

Trending di Sitaro