MANADO, Sulutnews.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Esterlita Runtuwene, SE bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) melakukan edukasi terhadap warga desa yang ada di Makalisung Kecamatan Kema Kabupaten Minahasa Utara, Pada giat yang digelar Jumat (11/08/2023) tersebut mengangkat topik Komunikasi Informasi edukasi obat dan makanan aman serta upaya pencegahan stunting. Saat memberikan pemaparan, Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene, secara lugas memberikan informasi terkait apa itu stunting , apa penyebab dan upaya pencegahan.
“Persoalan stunting adalah hal serius karena menyangkut Sumber Daya Manusia kedepan, bagaimana menciptakam generasi yang unggul dan tangguh,”ungkap Felly.
Politisi Nasdem yang pada Pemilu 2024 mendatang akan kembali mencalonkan sebagai Anggota DPR-RI ini mengingatkan masyarakat tentang bahaya stunting bagi generasi masa depan .“Stunting adalah tanda gagal tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan, sanitasi air serta pola makan sehingga berat dan tinggi badan, fisik lemah tidak sesuai, dibandingkan anak lainnya pada saat seusianya bahkan berkaitan erat dengan kecerdasan, yang disebabkan oleh kurangnya gisi,” jelas Felly
Ditambahkan politisi yang telah berhasil membangun berbagai fasilitas baik sarana maupun prasarana dibidang Kesehatan, Tenaga Kerja, Sosial Kemasyarakat di 15 Kabupaten Kota di Sulawesi Utara ini menjelaskan Stunting tidak selalu identik dengan golongan ekonomi yang rendah melainkan bagaimana kepedulian kita orang tua menjaga kesehatan dan menyediakan konsumsi pola makan yang bergizi dan lengkap.“ Anak Sebagai karunia Tuhan selayaknya kita memberikan yang terbaik buat mereka sebagai rasa syukur kita beri ASI eksklusif selama 6 bulan, beri 14 Jenis Imunisasi dalam upaya mencegah penyakit” ajak Felly.
Sementara itu BBPOM Manado Dra.Sarina, Apt, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarang mengkonsumsi dan membeli obat
” Kami dsini karena ingin mengajak masyatakat agar Konsumsi Obat dan makanan aman. Belilah obat diapotik, atau toko obat yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena jika salah digunakan akan berakibat fatal bisa menjadi racun atau timbul penyakit lain,”jelas Sarina.
Saat ini beredar jamu dan obat obat, semua harus terdata dan jika jenis jamu harus benar benar tanpa bahan kimia.
” Ada iklan obat tertentu penyembuh kanker. Sampai saat ini belum ada obat penyembuh kanker, masyarakat jangan mudah percaya. dengan kosmetik, harus membeli kosmetik yang sudah ada nomor registrasi, yang menandakan sudah melewati pengujian.
” Banyak kan sekarang yang prodak yang menawarkan wajah kinclong, tanpa disadari mengandung bahan berbahaya yakni merkuri. Juga dengan makanan yang menggunakan pewarna pakaian dan rodamin pada bakso atau mie. Hati hati masyarakat harus lebih teliti dan awas,” himbau Sarina sambil membagi nomor pengaduan atau Layanan infromasi pengaduan, 081281969799 untuk bertanya langsung apa yang menjadi kendala
Kehadiran Felly Esterlita Runtuwene bersama BBPOM disambut antusias masyarakat bahkan warga sempat bertanya terkait konsumsi prodak yang layak dan terkait obat obatan.(josh tinungki)





