Manado, Sulutnews.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud) Kota Manado Peter Assa.
ST.M.Sc.Ph.D mengatakan, sekitar 6.000 Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Manado, seluruhnya akan diidentifikasi, diverifikasi, dijangkau, dan difasilitasi agar mereka kembali memperoleh layanan pendidikan melalui program GEMA MAKASE (Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah) bisa disekolah yang telah direvitalisasi dan Sekolah Rakyat.
” Ya kita akan indentifikasi dan verifikasi dan jangkau serta fasilitasi semua lewat program GEMAMAKASE” kata Kadis Dikbud Manado Peter Assa kepada wartawan Sulutnews.com Sabtu (3/10/26) pekan lalu di Manado.
Sebelumnya pada Kamis 1 Oktober 2026 pekan lalu dalam lauching aplikasi GEMAMAKASE di Aula Kota Manado Wakil Walikota Manado dr Richard Sualang mengatakan saat ini ada sekitar 6.000 ATS di Kota Manado tersebar di 11 Kecamatan dengan penduduk sekitar 500 ribu lebih.
Menurut Kadis Dikbud Peter Assa data 6.000 ATS di Kota Manado tersebut harus divalidasi satu per satu untuk memastikan identitas, domisili, usia, riwayat pendidikan, status dalam Dapodik, penyebab tidak bersekolah, kondisi keluarga, kebutuhan khusus, serta kesiapan anak dan keluarga untuk kembali mengikuti pendidikan.
Ini menjadi perhatian serius. Bahkan dilakukan penjangkauan dan asesmen untuk menentukan layanan pendidikan yang paling sesuai untuk ATS.
Karena itu menurut Peter Assa sekitar 6.000 ATS tidak serta-merta ditempatkan di sekolah tertentu.
Untuk penempatan anak harus mempertimbangkan usia, riwayat pendidikan, kebutuhan, domisili dan aksesibilitas, daya tampung, jumlah rombongan belajar, ketersediaan guru, serta sarana dan prasarana sekolah yang tersedia.
Sekolah Revitalisasi
Menurut Kadis Dikbud ekolah yang telah direvitalisasi oleh Kemendikdasme, tetapi masih kekurangan siswa, dapat menjadi salah satu pilihan sepanjang sesuai dengan kebutuhan anak, jenjang pendidikan, lokasi tempat tinggal, daya tampung, dan ketentuan yang berlaku.
Tujuannya Menurut Kadis lulusan Master dan Doktor dari salah satu Universitas di Jepang itu, bukan sekedar memenuhi daya tampung sekolah, melainkan memastikan anak memperoleh layanan pendidikan yang tepat dan mampu bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.
Sekolah Rakyat
Disamping itu juga Sekolah Rakyat ( RS) juga dapat menjadi alternatif bagi anak yang memenuhi sasaran dan persyaratan sesuai dengan ketentuan program.
Dijelaskan program GEMA MAKASE membuka peluang pengembalian ATS melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Karena pada intinya, program GEMA MAKASE tidak berhenti pada pendataan, tetapi memastikan bahwa anak ditemukan, keluarganya dijangkau, permasalahannya dipahami, intervensinya ditentukan, dan anak dikembalikan ke layanan pendidikan yang paling sesuai.
Karena menurut Kadis anak anak yang masih dapat dikembalikan ke pendidikan tidak boleh dibiarkan berada di luar sekolah.
” Mereka harus dijangkau dan didampingi hingga kembali bersekolah” kata Kadis Dikbud Manado Peter Assa.
Sekolah Revit Siap Tampung
Sementara sejumlah sekolah penerima Revitalisasi dari Kemendikdasmen jengang dari TK/PAUD, SD dan SMP baik Negeri dan Swasta siap menampung siswa karena masih kurang.
“Kita akan jemput siswa atau anak disekitar sekolah mereka terutama yang sudah usia sekolah tapi tidak sekolah ” kata Kepsek TK Negeri 18 di Tumumpa Kecamatan Tuminting Sonya Rumondor S.Pd pekan lalu. Hal yang sama juga dikatakan Kepsek SMP Kristen Tikala Ares Nova Ratunuman S.Pd dan Kepsek SMP Kristen Zaitun Karombasan Silvana Dondo S.Pd.
Dua Kepsek SMP swasta itu mengatakan masih kurang siswa mereka padahal sudah dapat program revitalisasi.” Kami siap jemput anak anak yang tidak bersekolah” kata Kepsek Nova dan Silvana. ( Fanny)






