Jakarta,Sulutnews.com — Myanmar secara resmi memastikan keikutsertaannya dalam Asia Mini Football Championship yang akan digelar di Jakarta pada Januari 2027. Dengan keputusan ini, Myanmar menjadi negara ke-13 yang menyatakan kehadirannya dalam ajang kejuaraan sepak bola mini tingkat Asia tersebut.
Keikutsertaan Myanmar tidak sekadar memperkuat barisan peserta, melainkan juga memperkaya makna pertandingan: olahraga diharapkan menjadi jembatan yang mempertemukan pemain, komunitas, klub, dan pegiat sepak bola mini dari berbagai negara di kawasan Asia.
Audiensi di Kedutaan Besar Myanmar
Kesediaan Myanmar disampaikan langsung oleh Head of Mission Kedutaan Besar Myanmar untuk Indonesia, Mang Hau Thang, dalam pertemuan resmi dengan pengurus pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) di Kantor Kedutaan Besar Myanmar, Jalan H. Agus Salim, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Mang Hau Thang didampingi:
- Counsellor Shwe Yi Phyo
- First Secretary San Nyunt Aung
- Chief of Chancery Htet Htet Aung
Sementara rombongan KSMI dipimpin oleh Ketua Umum Yan Mulia Abidin, bersama pengurus: Tundra Meliala, Moko Pamungkas, Meina Paloh, M. Iksan Tauleka, Dudung Abdul Rachman, dan Marino.

Sambutan Positif dan Semangat Diplomasi Olahraga
Dalam pertemuan tersebut, Tundra Meliala, Wakil Ketua Umum Bidang Media dan Teknologi KSMI, secara resmi mengundang Myanmar untuk turut serta dalam kejuaraan. Tawaran tersebut disambut antusias oleh Mang Hau Thang.
“Saya menyampaikan kebanggaan dan kehormatan Myanmar dapat menjadi bagian dari kejuaraan ini. Keikutsertaan kami tidak hanya penting bagi pembinaan atlet dan klub sepak bola mini, tetapi juga membuka ruang diplomasi dan persahabatan antarnegara Asia melalui olahraga,” ujar Mang Hau Thang.
“Olahraga dapat menjadi jembatan untuk mempererat persahabatan dan hubungan antarbangsa dan antarnegara,” tambahnya.
Myanmar memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sepak bola dan futsal. Myanmar Football Federation (MFF) merupakan anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan secara berkelanjutan menggelar pembinaan, termasuk liga futsal kelompok umur — pada 2026 telah berlangsung liga futsal U-16 dan U-19 yang masing-masing diikuti 12 tim.
Mang Hau Thang juga menyampaikan bahwa pihaknya telah lama memantau perkembangan sepak bola mini di Indonesia, melihat keseriusan serta pertumbuhan komunitas dan infrastruktur yang dinilai menjadi fondasi kuat bagi ekosistem olahraga yang terstruktur.
Santri Championship 2026 — Langkah Awal Menuju Ajang Asia
Ketua Umum KSMI, Yan Mulia Abidin, turut memperkenalkan agenda nasional terlebih dahulu: Santri Championship 2026 yang akan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026. Kompetisi sepak bola mini antarklub santri ini menjadi pemanasan sekaligus panggung pembinaan sebelum kejuaraan tingkat Asia digelar Januari tahun depan.
Perwakilan Myanmar secara khusus diundang untuk menyaksikan langsung ajang tersebut. Undangan disambut antusias; kehadiran delegasi Myanmar diharapkan menjadi kesempatan untuk melihat dari dekat perkembangan sepak bola mini di Indonesia, khususnya yang melibatkan pelajar, santri, pesantren, dan komunitas olahraga.
“Rangkaian ini sekaligus membangun jembatan persahabatan antarkomunitas sebelum negara-negara Asia bertemu di Jakarta,” ungkap M. Iksan, pengurus KSMI.
Semakin Kuat, Panggung Persahabatan Asia
Dengan masuknya Myanmar sebagai peserta ke-13, peta kejuaraan semakin beragam dan bergengsi. KSMI menegaskan, Asia Mini Football Championship bukan sekadar pertandingan antartim, melainkan ruang pertukaran pengalaman dalam pembinaan atlet, pengelolaan klub, penyelenggaraan kompetisi, dan pengembangan komunitas.
Dari lapangan sepak bola mini, diharapkan tumbuh persahabatan yang tulus antarnegara Asia — melalui pertandingan, perjumpaan, dan pengalaman bersama.(*/Merson)




