Jakarta,Sulutnews.com — Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) resmi memperketat syarat usia peserta Santri Championship 2026. Kompetisi nasional ini khusus diperuntukkan bagi santri kelas 10 dan 11 SMA/MA atau sederajat yang lahir pada rentang 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2011.
Keputusan ini diambil dalam rapat panitia pelaksana yang digelar secara luring dan daring di Jakarta pada Kamis (17/9/2026) malam, dihadiri 52 anggota panitia. Pembatasan usia ini bertujuan menjaga keseimbangan kompetisi sekaligus menegaskan peran turnamen sebagai wadah pembinaan pemain muda dari lingkungan pesantren.
Ketua Panitia Pelaksana Santri Championship 2026, Pamungkas Trishadiatmoko atau yang akrab disapa Moko, menyatakan penentuan kelompok usia ini disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang menjadi sasaran utama kompetisi. Pada tahun 2026, santri kelahiran 2010–2011 umumnya berusia 15–16 tahun — fase yang sangat krusial dalam perkembangan fisik, koordinasi, teknik, serta pemahaman taktik permainan.
“Kami ingin kompetisi ini benar-benar menjadi bagian dari proses pembinaan. Oleh karena itu, batas usia harus jelas dan diterapkan secara tegas serta konsisten kepada seluruh peserta,” ujar Moko.
Pembatasan ini juga dirancang untuk menghindari kesenjangan kemampuan antar-pemain. Perbedaan usia yang terlalu lebar dapat memengaruhi kematangan fisik, pengalaman bertanding, dan kedalaman pemahaman permainan, sehingga berisiko mengurangi keseimbangan persaingan di lapangan.
Dengan aturan tersebut, santri kelas 12 tidak masuk dalam kelompok peserta tahun ini. Langkah ini sekaligus memberi ruang lebih luas bagi siswa kelas 10 dan 11 untuk mengasah kemampuan secara berkelanjutan, sementara para siswa tingkat akhir dapat berkonsentrasi pada persiapan kelulusan dan pendidikan lanjutan.
Verifikasi ketat akan dilakukan terhadap setiap peserta melalui pengecekan dokumen kependudukan dan berkas administrasi pendidikan. Hal ini penting bukan sekadar menjaga kualitas kompetisi, melainkan memastikan turnamen ini benar-benar menjadi jembatan pencarian bakat sepak bola mini dari lingkungan pesantren yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau sistem pembinaan nasional.
Delapan Provinsi Siap Berpartisipasi
Santri Championship 2026 akan berlangsung selama tiga hari, yakni 29 hingga 31 Oktober 2026. Ketua Umum KSMI, Yan Mulia Abidin, dijadwalkan melakukan upacara pembukaan pada 29 Oktober untuk menandai dimulainya kompetisi.
Wakil Ketua Panitia, Tundra Meliala, menjelaskan bahwa turnamen ini akan diikuti oleh tim-tim santri dari delapan provinsi. Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya melahirkan persaingan yang sehat, tetapi juga mempertemukan potensi bakat muda dari beragam komunitas pesantren di seluruh negeri.
Selama tiga hari penyelenggaraan, para pemain akan merasakan suasana turnamen berskala nasional. Bagi mereka yang berpotensi, ajang ini menjadi pintu masuk menuju jenjang pembinaan dan kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
KSMI menempatkan aspek pembinaan sebagai landasan utama. Keberhasilan Santri Championship 2026 tidak hanya diukur dari tim yang keluar sebagai juara, melainkan dari seberapa jauh turnamen ini mampu membangun ekosistem sepak bola mini yang kokoh di kalangan santri.
Dengan aturan yang berlaku sama bagi seluruh peserta — mulai dari batas usia, verifikasi pemain, hingga partisipasi tim dari delapan provinsi — diharapkan persaingan berlangsung adil dan hasil pertandingan benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing tim di lapangan.
Pada akhirnya, Santri Championship 2026 hadir untuk menyatukan semangat kompetisi dan misi pembinaan. Dari lapangan pesantren, KSMI berharap lahir lebih banyak pemain muda yang tidak hanya mahir bermain, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi, pengalaman bertanding yang matang, dan semangat berkembang yang tak pernah padam.(*/Merson)






