Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bola & Sports · 8 Sep 2026 14:19 WITA ·

Liga Santri 2026 Terapkan Aturan Ketat: Pemain Profesional Terancam Dicabut Gelarnya


Rapat dipimpin oleh Moko (depan kanan) Novian Indra, Farid, Riezha Agus S, Harrypole, Mario Silitonga, R Indra Sandy Perbesar

Rapat dipimpin oleh Moko (depan kanan) Novian Indra, Farid, Riezha Agus S, Harrypole, Mario Silitonga, R Indra Sandy

Jakarta,Sulutnews.com — Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) menetapkan aturan yang tegas dan ketat untuk penyelenggaraan Kejuaraan Sepak Bola Mini Nasional Santri Championship 2026 (Liga Santri 2026). Setiap tim yang terbukti menurunkan pemain profesional akan dikenai sanksi berat, hingga pencabutan gelar juara sekalipun.

Turnamen bergengsi ini dijadwalkan digelar secara nasional pada Oktober 2026, dan akan diikuti oleh tim-tim perwakilan pondok pesantren dari berbagai penjuru Indonesia. Keputusan pembentukan kepanitiaan pelaksana telah disepakati dalam Rapat Pleno Pengurus KSMI yang berlangsung di Jakarta, pada Senin, 7 September 2026 malam.

Dalam rapat tersebut, Dr. Pamungkas Trishadiatmoko — yang akrab disapa Moko Pamungkas — secara resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana. Segera setelah ditetapkan, panitia telah mulai menyusun konsep serta teknis penyelenggaraan kompetisi agar berjalan lancar dan teratur.

Usai rapat, Ketua Panitia Moko Pamungkas menyampaikan bahwa rangkaian kompetisi akan diawali dengan tahapan seleksi di tingkat daerah, yang menjadi tanggung jawab langsung Ketua KSMI di daerah masing-masing.

“Seleksi akan diterapkan secara menyeluruh, baik terhadap tim maupun setiap pemain,” ujar Moko.

KSMI menjamin akan melakukan pengawasan ketat guna memastikan seluruh peserta benar-benar memenuhi kriteria sebagai santri yang sah. Keberadaan pemain profesional dalam susunan tim menjadi salah satu fokus utama pengawasan yang tidak akan dikompromikan.

Wakil Ketua Umum Bidang Media, TI & Digital KSMI, Tundra Meliala, menegaskan sanksi yang berlaku:

“Apabila ditemukan pemain profesional dalam tim, dan tim tersebut dinyatakan juara, maka gelar juara akan langsung dicabut.”

Tundra menambahkan, ketentuan ini disusun untuk menjaga sportivitas sekaligus menjaga tujuan utama turnamen — yaitu menjadi wadah pembinaan dan pengembangan sepak bola di lingkungan pondok pesantren, bersih dari praktik yang merugikan semangat kompetisi.

Kompetisi Perdana Skala Nasional — Bahkan Dunia

Liga Santri 2026 menggunakan format sepak bola mini. KSMI memproyeksikan ajang ini sebagai kejuaraan sepak bola mini khusus santri yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia.

Berdasarkan rancangan awal, peserta akan dibagi ke dalam sembilan grup. Sistem pertandingan direncanakan menggunakan dua lapangan secara bersamaan. Fase grup diperkirakan berlangsung selama 3–4 hari, dilanjutkan dengan jeda satu hari sebelum memasuki babak berikutnya.

Lapangan yang telah disiapkan sebagai tempat pertandingan antara lain:

  • Asiop Arcici, Cempaka Putih
  • GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan
  • Lapangan Kingkong, Cijantung
  • Lapangan Lemdiklat Polwan Ciputat, kawasan Lebak Bulus
  • Lapangan Patriot Jawa Barat–PSF, Pancoran

Verifikasi Ketat & Syarat Administrasi

Untuk menjamin keaslian peserta dan mencegah pelanggaran, KSMI menetapkan syarat administratif yang wajib dipenuhi:

✅ Setiap peserta santri wajib membawa surat izin/pengantar dari orang tua.

✅ Setiap tim wajib menandatangani pakta integritas.

✅ Setiap tim wajib membawa surat pengantar resmi dari pondok pesantren asal.

Seluruh persyaratan ini akan diperiksa sejak tahap seleksi tingkat daerah. Dengan demikian, KSMI berharap tidak hanya kelengkapan administrasi yang terjamin, melainkan juga integritas seluruh rangkaian kompetisi.

Liga Santri 2026 diarahkan bukan sekadar menjadi ajang memperebutkan piala dan gelar. Lebih dari itu, kompetisi ini ditujukan sebagai wadah pembinaan talenta sepak bola dari lingkungan pesantren, membuka peluang bagi santri berbakat untuk berkembangkan sekaligus membuktikan kualitas di kancah olahraga nasional.(*/Merson)

 

Artikel ini telah dibaca 198 kali

Baca Lainnya

Tundra Meliala : Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026 - 19:45 WITA

Myanmar Resmi Bergabung dalam Asia Mini Football Championship 2027 di Jakarta

22 September 2026 - 21:12 WITA

Santri Championship 2026 Tetapkan Batas Usia Pemain Kelas 10–11, Delapan Provinsi Siap Bertanding

17 September 2026 - 23:41 WITA

SMANSA CUP Basket Berakhir Sukses – SMA Negeri 1 Manado Raih Juara Umum, Kejuaraan Bola Voli Menyusul Pekan Depan

10 September 2026 - 09:51 WITA

322 Personel Polri Turun ke Empat Provinsi, Perkuat Edukasi Cegah Karhutla

8 September 2026 - 10:03 WITA

Hadapi Dampak Erupsi Anak Krakatau, Kapolri Perintahkan Jajaran Siaga Bantu Warga

8 September 2026 - 09:15 WITA

Trending di Jakarta