Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bola & Sports · 3 Sep 2026 23:23 WITA ·

Seleksi Pelatih Pencak Silat Road to Global Stage di Manado: Mengemban Visi Presiden Prabowo, Pencak Silat Cerminan Jati Diri Bangsa


Foto Pembukaan Seleksi Pelatih Pencaksilat (3/9/2026) Perbesar

Foto Pembukaan Seleksi Pelatih Pencaksilat (3/9/2026)

Manado,Sulutnews.com — Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi (Asdep) Promosi dan Kemitraan Global Olahraga, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, menyelenggarakan Seleksi Pelatih Pencak Silat Road to Global Stage dengan mengangkat tema: “From Heritage To Global Stage: How to be Great Coach, Sport Administrator, Sport Diplomat”, Kamis, 3 September 2026.

Langkah strategis ini sejalan dengan semangat yang terus didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang selama 34 tahun pengabdiannya telah senantiasa menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Pencak silat adalah warisan luhur yang membawa nilai kebanggaan, kearifan, dan jati diri bangsa yang patut dikibarkan ke panggung dunia.

Foto : 1. Prof. Dr. Johansyah Lubis, saat melaksanakan seleksi

Manado Salah Satu Titik Penjaringan Nasional, Dihadiri Pelatih Dari Lima Provinsi

Ketua Tim Promosi Pencak Silat Road to Global Stage, Luluk Hadiyanto, melaporkan bahwa seleksi pelatih ini digelar secara serentak, namun bertahap di 9 wilayah Indonesia, yaitu Manado, Padang, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, Palu, dan Surabaya.

Tahap I wilayah Manado dan Padang

Tahap 2 : Bandar Lampung, Balikpapan, Palu dan Surabaya

Tahap 3: Bandung, Yogyakarta dan Jakarta

Pelaksanaan di Manado diikuti oleh 40 peserta, termasuk pelatih yang datang dari Provinsi Gorontalo, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Papua Selatan. Kehadiran peserta dari berbagai penjuru Nusantara membuktikan persatuan semangat: menjadikan pencak silat bukan hanya kebanggaan daerah, melainkan jati diri seluruh bangsa Indonesia.

Foto : 2. Dr. Lilik Sudarwati, saat melaksanakan seleksi

Para pelatih diuji kemampuan dan wawasannya oleh tiga panelis ahli:

  1. Dr. Johansyah Lubis (Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ, Ketua Standarisasi dan Sertifikasi PB. IPSI)
  2. Lilik Sudarwati (Ketua Bidang Ilmu Keolahragaan / Sports Science KONI Pusat)
  3. Rony Syaifullah (Wakil Ketua Lembaga Kepelatihan PB. IPSI)

Foto : 3. Dr. Rony Syaifullah, saat melaksanakan seleksi

Syarat Masuk Olimpiade: Tersebar Ke 74 Negara Dan Patuh Standar Dunia

Dalam paparannya, Luluk Hadiyanto memaparkan peta perkembangan pencak silat dunia dan syarat pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade:

“Saat ini baru 7 federasi pencak silat yang telah diakui oleh Komite Olimpiade Nasional (NOC), dan 12 negara sedang dalam proses pengakuan. Untuk dapat masuk ke dalam panggung Olimpiade, IOC menetapkan syarat ketat. Pencak silat harus diakui secara resmi oleh IOC, tersebar di minimal 74 negara di 4 benua untuk kategori putra, serta minimal 40 negara di 3 benua untuk kategori putri. Selain itu, pencak silat wajib memenuhi seluruh standar yang ditetapkan oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA)” ucap Luluk.

Semangat mendunia ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membawa jati diri dan karakter bangsa Indonesia melalui pencak silat dikenal, dihormati, dan diakui di kancah internasional.

Kegiatan seleksi di Manado secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sulawesi Utara Dr. Drs. Audy Ronald Richard Pangemanan, AP, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik terpilihnya Kota Manado sebagai salah satu tuan rumah penjaringan nasional.

“Kami bersyukur, di tengah upaya efisiensi anggaran pemerintah pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap menyelenggarakan kegiatan strategis ini di tanah Sulawesi Utara. Sejalan dengan pengabdian Bapak Presiden Prabowo Subianto selama 34 tahun yang senantiasa menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Semoga Bapak dan Ibu peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, terpilih menjadi Duta Bangsa, yang tidak hanya melatih, tetapi juga membawa pencak silat ke panggung dunia sebagai instrumen diplomasi bangsa demi perdamaian dunia. Dengan kerja keras, konsistensi, dan kebersamaan, niscaya pencak silat akan semakin mendunia dan kelak hadir di panggung Olimpiade.” Ucapnya.

Foto Bersama Tim Seleksi dan Para Peserta

“Dengan semangat menjadikan warisan budaya bangsa bertaraf dunia, serta meneladani pengabdian dan pandangan luhur Presiden Prabowo Subianto, seleksi ini diharapkan melahirkan pelatih-pelatih berkualitas yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga mampu menjadi jembatan pengakuan internasional — membawa jati diri bangsa Indonesia menuju cita-cita luhur: Pencak Silat di Panggung Olimpiade” Tutupnya.(Merson)

Artikel ini telah dibaca 3,788 kali

Baca Lainnya

DPRD Sulut Gelar Ibadah Oikumene, Gembala Teddy: Kita Harus Mengampuni

13 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Antisipasi Berakhirnya Penlok, DPRD Sulut Tekan Balai Wilayah Sungai Percepat Proses Administras

13 Oktober 2026 - 19:39 WITA

Tetapkan Rencana Kerja Tahun 2027, DPRD Sulut Gelar Paripurna

13 Oktober 2026 - 19:31 WITA

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas X Tahun 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

13 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Wabup TB Hadiri Rakor Pengawasan GWPP Bersama Komisi II DPR RI di Manado

13 Oktober 2026 - 19:17 WITA

Desak Percepatan Ganti Rugi, Warga Malendeng Temui DPRD

13 Oktober 2026 - 19:12 WITA

Trending di Manado