Sitaro.sulutnews.com — Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, berjalan menyusuri jalur terjal menuju sumber mata air Gunung Tamata di wilayah Kampung Peling, Kecamatan Siau Barat, Kamis, 28/8/2026.
Sumber air itu berada di ketinggian sekitar 1.000 kaki. Untuk mencapai lokasi, Heronimus bersama rombongan memilih jalur dari Kampung Pangilorong, Kecamatan Siau Timur Selatan.
Jalur tersebut disebut lebih landai dibandingkan akses lainnya. Namun, perjalanan tetap membutuhkan kehati-hatian. Rombongan harus melewati tanjakan terjal dan jalur sempit yang pada sejumlah bagian berada di sisi jurang cukup dalam.
Sejumlah warga ikut mendampingi perjalanan dan menunjukkan arah menuju lokasi mata air. Setelah menempuh jalur tersebut, rombongan akhirnya tiba di sumber mata air Gunung Tamata.
Heronimus kemudian melihat langsung kondisi mata air, termasuk debit air dan lingkungan di sekitar sumber. Pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air sekaligus melihat peluang pemanfaatannya sebagai salah satu sumber air baku bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan sumber mata air ini dalam kondisi baik dan dapat terus dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar Heronimus.
Bagi pemerintah daerah, pengecekan langsung diperlukan untuk mengetahui kondisi sumber air secara nyata. Terlebih, ketersediaan air bersih menjadi perhatian ketika cuaca panas dan kondisi kering berpotensi memengaruhi debit sejumlah sumber mata air.
Heronimus mengatakan sumber mata air tidak hanya perlu dimanfaatkan, tetapi juga dijaga. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengetahui apabila terjadi perubahan debit atau kondisi lingkungan di sekitar sumber.
“Kalau kondisi sumber air diketahui sejak awal, pemerintah bisa lebih cepat menentukan langkah yang diperlukan,” ujarnya.
Ia mengingatkan pemeliharaan sumber air tidak bisa dilakukan hanya ketika masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air. Perlindungan terhadap kawasan sumber mata air dan pemantauan kondisi sumber harus berjalan secara berkelanjutan.
Peninjauan Gunung Tamata menjadi bagian dari langkah Pemkab Sitaro memeriksa sumber-sumber air yang dinilai strategis. Sebelumnya, Heronimus bersama jajaran juga melakukan pemantauan sumber mata air Danau Kapeta.
Pemetaan dan pemantauan tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi sumber air yang dapat menopang kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bahan pemerintah dalam menyiapkan langkah menghadapi kemungkinan berkurangnya pasokan air.
Dalam peninjauan itu, Heronimus didampingi Danposal Siau Kapten Laut Jusak Cavien Tahulending, Direktur PDAM Sitaro Arter Tamaka, serta sejumlah pimpinan dan perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.
Bagi Sitaro sebagai daerah kepulauan, menjaga sumber air menjadi bagian penting dari upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Karena itu, kondisi mata air di kawasan perbukitan seperti Gunung Tamata tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air saat ini, tetapi juga keberlanjutan pasokan air bagi masyarakat ke depan.




