Sitaro.sulutnews.com — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, menilai pemetaan potensi dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) penting untuk mendukung penataan aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Heronimus melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Sitaro, Semuel E. Raule, dalam pelaksanaan Assesmen Profiling ASN Tahun 2026 di Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manado, Jumat, 21/8/2026.
Menurut Raule, profiling ASN diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kompetensi, potensi, dan karakteristik setiap aparatur secara objektif serta terukur.
“Profiling ASN penting untuk mendapatkan gambaran kompetensi, potensi, serta karakteristik aparatur secara objektif dan terukur,” kata Raule.
Dikatakan Raule, hasil asesmen tidak berhenti sebagai data kepegawaian. Informasi yang diperoleh dari profiling diharapkan dapat digunakan pemerintah daerah sebagai dasar dalam menentukan arah pengembangan kompetensi sekaligus penataan manajemen ASN.
Pemetaan tersebut menjadi penting bagi Sitaro yang memiliki karakter wilayah kepulauan. Kemampuan aparatur menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang tersebar.
Dengan mengetahui potensi dan kompetensi ASN secara lebih terukur, pemerintah daerah dapat melihat kebutuhan pengembangan aparatur secara lebih tepat. Termasuk menentukan kompetensi yang perlu diperkuat agar dapat menjawab kebutuhan organisasi dan pelayanan publik.
Langkah ini juga diharapkan mendorong pengelolaan ASN berdasarkan kemampuan dan potensi masing-masing. Aparatur yang mendapat pengembangan sesuai kebutuhannya diharapkan dapat menjalankan tugas secara lebih efektif dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Pemkab Sitaro turut menyampaikan apresiasi kepada BKN Kantor Regional XI Manado atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan profiling ASN Tahun 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Sitaro berharap memiliki peta potensi dan kompetensi ASN yang lebih jelas dan terukur. Data itu selanjutnya dapat menjadi bahan dalam pengelolaan sumber daya aparatur serta pengembangan ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas.




