Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com — Rote Ndao Proyek revitalisasi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rote Ndao yang semestinya diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan kini menjadi sorotan. Muncul dugaan adanya intervensi terhadap pihak sekolah dalam menentukan pihak yang mengerjakan pekerjaan revitalisasi tersebut.
Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao berinisial M sebelumnya disebut-sebut oleh sumber media ini diduga meminta agar pekerjaan revitalisasi salah satu SD tidak diberikan kepada pihak lain.
Sumber tersebut mengungkapkan adanya pernyataan yang diduga disampaikan kepada seorang bendahara sekolah, yakni “Jangan kasih ke orang lain!”
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana pihak luar dapat memengaruhi pengelolaan pekerjaan revitalisasi sekolah, terlebih apabila benar terdapat tekanan terhadap pihak sekolah.
Namun, tudingan tersebut dibantah tegas oleh oknum anggota DPRD berinisial M.
Saat dikonfirmasi media ini pada Senin, 1 September 2026, M mengatakan dirinya tidak pernah meminta pekerjaan revitalisasi SD kepada kepala sekolah maupun bendahara.
“Kaka wartawan, beta sonde pernah meminta pekerjaan revitalisasi SD di siapapun, maupun itu kepala sekolah atau bendahara,” ujar M.
M juga membantah pernah bertemu dengan pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut.
“Sumpah beta sonde pernah ketemu orang-orang yang disebut di dalam berita itu, kaka wartawan,” katanya.
M menyampaikan bantahan tersebut saat dirinya mengaku sedang berada di Kupang.
(DH)




