Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com — ROTE NDAO — Sikap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, Hangry Mooy, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya tindakan dan komunikasi yang dinilai kurang pantas saat berhadapan dengan sejumlah anak-anak dan seorang perempuan.
Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di sekitar Lapangan Sepak Bola Christian Nehemia Dillak, Ba’a, tepatnya di persimpangan Gereja Betania, Kabupaten Rote Ndao.
Menurut keterangan yang diperoleh, kejadian tersebut bermula ketika Hangry Mooy diduga datang dan berbicara dengan suara keras kepada orang tua dari sejumlah anak yang berada di lokasi.
Situasi kemudian disebut memanas setelah anak-anak tersebut mempertanyakan alasan dirinya berbicara dengan nada tinggi kepada orang tua mereka.
Salah seorang anak yang disebut bernama Deda Henukh mengaku bahwa dirinya bersama tujuh orang adiknya dan ibunya mengalami perlakuan yang menurut mereka membuat ketakutan.
“Kami bertanya, kenapa Bapak marah-marah kepada kami punya Bapak,” ujar Deda, sebagaimana keterangannya kepada wartawan.
Deda mengaku bahwa setelah pertanyaan tersebut, terjadi tindakan menggunakan siku atau tangan yang menurut pengakuannya mengenai dirinya, adik-adiknya, dan ibunya.
“Kami menangis dan berteriak-teriak. Orang-orang di sekitar kemudian melerai,” lanjut Deda dengan nada emosional.
Ia juga mengaku bahwa Hangry Mooy sempat menunjuk anak-anak tersebut dan meminta mereka untuk diam.
“Kalian anak-anak kecil, diam, tidak perlu bicara,” kata Deda menirukan ucapan yang menurutnya disampaikan saat kejadian.
Akibat kejadian tersebut, seorang perempuan yang berada bersama anak-anak disebut mengalami kondisi emosional hingga menangis histeris.
Sorotan terhadap Etika Pejabat Publik
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan seorang pejabat pemerintah daerah dengan masyarakat, termasuk anak-anak dan perempuan.
Masyarakat menilai pejabat publik seharusnya mampu mengedepankan sikap humanis, santun, dan profesional ketika menjalankan tugas maupun berinteraksi dengan masyarakat.
Cara berkomunikasi dan perilaku seorang pejabat dinilai penting karena dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Dugaan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai pembinaan dan pengawasan terhadap pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
Masyarakat berharap setiap pejabat yang diberikan amanah dapat menjaga etika, tutur kata, serta perilaku dalam menjalankan tugas dan berinteraksi dengan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, Hangry Mooy belum memberikan klarifikasi atau tanggapan atas dugaan tersebut. Sulutnews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak yang disebut dalam pemberitaan ini untuk memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.




