SITARO.sulutnews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mulai dirasakan pelaku pariwisata. Kondisi ini membuat para pemandu wisata kesulitan menjalankan perjalanan yang telah dijadwalkan, termasuk melayani wisatawan mancanegara yang berencana menikmati keindahan Pulau Siau.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sitaro, Dominic Derek, mengatakan keterbatasan BBM memberikan dampak langsung terhadap kegiatan wisata.
“Buat kami, ini sudah pasti sangat berdampak. Di mana perjalanan wisata para wisatawan di Kabupaten Sitaro terancam batal,” kata Dominic.
Menurutnya, pemandu wisata berada di garis depan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sekaligus memperkenalkan berbagai destinasi di Sitaro. Karena itu, persoalan BBM tidak hanya menyangkut kebutuhan transportasi, tetapi juga dapat memengaruhi pelayanan kepada wisatawan yang telah datang dengan rencana perjalanan tertentu.
“Dan tentunya akan berdampak secara langsung bagi kami sebagai pelaku pariwisata, sebagai garda terdepan untuk membawa pariwisata Sitaro lebih dikenal di seluruh dunia,” ujarnya.
Dominic berharap pemerintah segera menemukan solusi agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut.
“Harapan kami, semoga masalah krisis minyak dapat segera diatasi oleh pemerintah,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Jelin Yolanda Langitan, menjelaskan langkah yang dilakukan pemerintah untuk menjaga ketersediaan BBM selama pasokan belum kembali normal.
Pemerintah bersama PT Maranatha selaku agen penyalur BBM di Siau, dengan pengawasan TNI dan Polri, membatasi penjualan Pertalite. Penyaluran saat ini dibatasi sekitar tiga hingga empat drum per hari.
“Penjualan BBM dibatasi tiga sampai empat drum per hari,” jelas Jelin.
Dijelaskan Jelin, pembatasan tersebut dilakukan sambil menunggu kedatangan kapal pengangkut BBM ke Sitaro. Menurutnya, stok Pertalite masih tersedia selama masa pengaturan penyaluran tersebut.
“Dipastikan BBM jenis Pertalite tersedia hingga kapal akan datang,” katanya.
Bagi pelaku wisata, kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian besar perjalanan menuju destinasi membutuhkan kendaraan yang bergantung pada ketersediaan BBM. Jika pasokan belum segera normal, wisatawan yang telah menyusun jadwal kunjungan berpotensi mengalami perubahan rencana.
Terlebih, sejumlah wisatawan asing telah memilih Sitaro sebagai tujuan perjalanan untuk melihat langsung pesona alam Pulau Siau. Bagi mereka, perubahan jadwal transportasi dapat berdampak pada rangkaian perjalanan yang sudah disusun sejak awal.
Pelaku pariwisata pun berharap pasokan BBM segera kembali lancar. Bukan hanya agar aktivitas masyarakat berjalan normal, tetapi juga supaya wisatawan yang telah memilih Sitaro sebagai tujuan perjalanan dapat menikmati berbagai destinasi tanpa kendala di lapangan.




