Reporter : Dance Henukh
ROTE NDAO, SULUTNEWS.COM — Polemik dugaan pungutan dalam pelaksanaan Expo Rote Ndao memasuki babak baru.
Kapolres Rote Ndao Hendry Eko Irawan akhirnya angkat bicara dan memberikan penegasan keras: tidak ada pungutan yang dilakukan oleh pihak Polres Rote Ndao dalam kegiatan Expo.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kapolres mengaku telah melakukan pengecekan terhadap seluruh personel.
“Untuk dari Polres tidak ada sama sekali, Pak. Saya sudah mengecek seluruh personil, semua tidak ada.”
Pernyataan Kapolres sekaligus bantahan tegas terhadap setiap informasi yang mengaitkan institusi Polres Rote Ndao dengan dugaan pungutan di arena Expo.
<span;>“KALAU ADA OKNUM, PASTI SAYA TINDAK TEGAS!”
Tak berhenti pada klarifikasi, Hendry Eko Irawan juga mengeluarkan peringatan keras.
Menurutnya, apabila ternyata ditemukan oknum yang menggunakan atau mengatasnamakan institusi Kepolisian untuk melakukan pungutan, tindakan tegas akan diberikan.
“Kalau pun ada oknum, pasti akan saya tindak tegas.”
Kalimat tersebut menjadi garis tegas dari institusi kepolisian: tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba menggunakan nama Polres Rote Ndao untuk kepentingan pungutan yang tidak dibenarkan.
<span;>PUBLIK KINI MENUNGGU: UANG ITU DARI MANA DAN UNTUK SIAPA?
Klarifikasi Kapolres justru membuat perhatian publik semakin tertuju pada pertanyaan berikutnya.
Jika Polres Rote Ndao menyatakan tidak melakukan pungutan, maka siapa sebenarnya pihak yang menghimpun atau meminta uang dalam polemik Expo tersebut?
Atas dasar apa uang tersebut dikumpulkan?
Siapa yang menerima?
Untuk kepentingan apa?
Dan apakah seluruh dana yang dihimpun memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting agar polemik tidak berhenti pada saling klaim atau bantahan.
<span;>NAMA POLISI TAK BOLEH SEMBARANG DICATUT
Pernyataan Kapolres Hendry Eko Irawan juga menjadi peringatan keras bagi siapa pun agar tidak sembarangan membawa nama institusi kepolisian.
Jika benar ada pihak yang mengatasnamakan Polres untuk melakukan pungutan, maka persoalannya bukan lagi sekadar polemik Expo, tetapi menyangkut dugaan penggunaan nama institusi untuk kepentingan tertentu.
Karena itu, publik berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya dugaan pungutan dapat memberikan informasi secara terbuka dan berdasarkan fakta.Kapolres sendiri sudah memberikan garis batas yang jelas.
“Dari Polres tidak ada sama sekali.”
Dan jika ternyata ada oknum yang terbukti melakukan pungutan dengan mengatasnamakan kepolisian:
“Pasti akan saya tindak tegas.”
Kini bola berada di tangan pihak-pihak yang disebut maupun yang mengetahui persoalan tersebut.” Tegas Kapolres





